Page 39 - Cantik Itu Luka by Eka Kurniawan
P. 39

wali daripada seorang dukun, memeriksanya di kandang kambing sebab
              selama sebulan terakhir Ma Gedik akhirnya dipasung di sana, hidup
              hanya dengan makan kotoran kandang. Dengan tenang, sang tabib
              berkata pada orang-orang cemas tersebut:
                 ”Hanya cinta yang bisa menyembuhkan orang gila.”
                 Itu hal yang sangat sulit, sesulit mengembalikan Ma Iyang ke  pada-
              nya. Mereka akhirnya menyerah dan membiarkannya terpasung selama
              tahun-tahun penantian itu.
                 ”Mereka bikin perjanjian selama enam belas tahun,” kata ibu nya
              dengan jengkel, ”ia akan membusuk sebelum hari itu datang.” Perempu-
              an inilah yang memutuskan untuk memasungnya, dibuat marah setelah
              dipaksa menyembelih enam ekor ayam sekarat dengan usus terjulur dari
              lubang anus mereka.
                 Tapi ia tak membusuk, bagaimanapun. Lebih dari itu, ia tampak
              begitu sehat dengan pipi kemerahan, seiring dengan meluruhnya hari-
              hari dan waktu penantiannya semakin dekat. Anak-anak sekolah tanpa
              alas kaki akan bergerombol di luar kandang kambing itu pada siang hari
              sebelum mereka sampai di rumah dan menggembalakan ternak, men-
              candainya sementara ia akan mengajari mereka bagaimana me manjakan
              kemaluan sendiri dengan menggosoknya mem per gunakan air liur: hal
              ini membuat guru sekolah melarang siapa pun dari bocah-bocah itu
              dekat-dekat dengannya. Namun sudah jelas anak-anak sekolah itu men-
              coba apa yang diajarkannya, sebab tengah malam beberapa di antara
              mereka mendatangi kandang kambing tersebut secara diam-diam dan
              berbisik padanya bahwa mereka baru tahu ada cara kencing yang lebih
              nikmat daripada sekadar kencing biasa.
                 ”Akan lebih menyenangkan jika mencobanya dengan ke maluan
              anak-anak perempuan.”
                 Ketika suatu siang seorang petani menemukan dua orang bocah
              sembilan tahun bercinta di semak-semak pandan, orang-orang kam pung
              dengan kejam menutup kandang kambing tersebut dengan papan-
              papan. Ma Gedik terkurung di dalamnya tanpa seorang pun bicara
              ke padanya, dan tanpa cahaya tentu saja.
                 Hukuman itu sama sekali tak menghancurkan semangatnya. Semen-
              tara tubuhnya dipasung di kandang yang terkurung, mulutnya mulai

                                           32





        Cantik.indd   32                                                   1/19/12   2:33 PM
   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44