Page 417 - Cantik Itu Luka by Eka Kurniawan
P. 417

itu. Bahkan Krisan mengakuinya, mengakui bahwa Rengganis Si Cantik
              memang lebih cantik dari Ai, sebagaimana Ai juga sering mengatakan-
              nya.
                 ”Ya, ampun, apa yang kau lakukan?” tanya Krisan.
                 ”Aku kedinginan.”
                 ”Bodoh, itu sudah sangat jelas.”
                 Krisan melongok keluar jendela berharap tak ada siapa pun yang
              melihat mereka, dan menarik tangan Rengganis Si Cantik mem ban-
              tu nya masuk melompati jendela. Ia tampaknya telah kehujanan, atau
              ter perosok ke dalam parit, atau semacamnya, dan jelas tampak sa ngat
              kelaparan pula.
                 ”Ganti pakaianmu,” kata Krisan sambil memastikan pintu ka mar-
              nya terkunci.
                 Rengganis Si Cantik membuka lemari pakaian Krisan, mengambil
              kaus oblong dan celana jeans, bahkan celana dalam Krisan. Kemudian,
              di depan bocah lelaki itu, tanpa merasa segan ia membuka pakaiannya,
              satu per satu, sampai tak tersisa. Tubuhnya begitu bagus, mengilau oleh
              basah dan lampu, membuat Krisan nyaris tersedak. Ia, bocah lelaki
              itu, duduk bersila di tempat tidurnya, ngaceng, namun tak beranjak
              meskipun ia ingin melompat dan memerkosa gadis di de pannya. Selalu
              ada hawa nafsu berahi dari tubuh Rengganis Si Cantik, sebab tubuhnya
              begitu menakjubkan untuk diajak bercinta. Ia masih di atas tempat
              tidurnya, sementara Rengganis Si Cantik, da lam ketidakpeduliannya
              yang menakjubkan, mengeringkan tu buh nya dengan handuk kecil yang
              ia temukan menggantung di balik pintu.
                 Buah dadanya sesempurna perempuan dewasa, Krisan me man-
              dang nya cukup lama, membayangkan ia menyentuhnya, meremasnya,
              menciumnya, dan menyentuh putingnya dalam sentuhan nakal. Ada
              lengkungan indah dari dada ke pinggulnya, seperti dibuat dengan jang-
              ka, begitu simetris di kiri-kanan. Dan di tengah selangkangannya, di
              balik rimbun rambutnya, sesuatu sedikit menggelembung, seperti buah
              kelapa muda, namun pasti lembut. Krisan semakin ngaceng, semakin
              ingin melompat dan menyeret gadis sepupunya itu ke atas tempat tidur
              dan memerkosanya. Tapi ia tak melakukannya. Tidak dengan mayat Ai
              tergeletak di bawah tempat tidurnya.

                                           410





        Cantik.indd   410                                                  1/19/12   2:33 PM
   412   413   414   415   416   417   418   419   420   421   422