Page 55 - TEORI & PRAKTIS MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF
P. 55
dipilih karena sistematis dan cocok untuk mengembangkan perangkat
pembelajaran. Sebagaimana pernyataan Reynolds (dalam Rochmad:
2012: 61) “bahwa model Four-D tersebut dapat dijadikan sumber ide dan
prosedur pengembangan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran
dan penyebarannya (dissemination) pada bidang lain”.
Dalam bukunya Instructional Development for Training Teachers
of Exceptional Children, Thiagarajan, dkk. menguraikan bahwa ada
empat tahap yang harus dilaksanakan dalam pengembangan perangkat
model-4D. Pelaksanaan tahapan dilakukan secara bertahap dan
berkesinambungan. Dalam setiap tahap dilakukan beberapa fase. Empat
tahap yang dimaksud Thiagarajan, dkk. yaitu define, design, develop dan
disseminate. Berikut uraian singkat dari tahap-tahap tersebut.
a. Define (pendefinisian)
Tujuan dari tahap ini adalah untuk menetapkan dan mendefinisikan hal
yang dibutuhkan dalam instruksional. Ada lima fase yang ditempuh pada
tahap ini:
1) Front-end analysis (analisis awal akhir)
Dalam tahap ini dilakukan analisis tentang masalah dasar yang dihadapi
guru, mengetahui tingkat kinerja guru. Selama penyelidikan inilah
alternatif pembelajaran yang lebih baik dan lebih efisien dapat
dipertimbangkan. Trianto (2011: 191) menambahkan analisis ini
bertujuan untuk memunculkan dan menetapkan masalah dasar yang
dihadapi dalam pembelajaran sehingga dibutuhkan pengembangan bahan
pembelajaran. Berdasarkan masalah ini disusunlah alternatif perangkat
pembelajaran yang relevan. Dalam melakukan analisis ini perlu
dipertimbangkan beberapa hal sebagai alternatif pengembangan
perangkat pembelajaran, teori belajar, tantangan dan tuntutan masa depan.
46