Page 56 - TEORI & PRAKTIS MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF
P. 56
Analisis ini diawali dari pengetahuan, keterampilan dan sikap awal
yang dimiliki siswa untuk mencapai tujuan akhir yang tercantum dalam
kurikulum. Kesenjangan antara hal-hal yang sudah diketahui siswa
dengan apa yang seharusnya akan dicapai siswa memerlukan telaah
kebutuhan akan materi sebagai penutup kesenjangan tersebut.
Thiagarajan, dkk. (1974: 16) menambahkan faktor penyebab kesenjangan
itu antara lain lingkungan, motivasi dan kurangnya ilmu pengetahuan
yang dimiliki. Setiap penyebab membutuhkan solusi yang berbeda. Jika
penyebabnya adalah karena siswa dalam pembelajaran, maka selanjutnya
akan dianalisis pendekatan pengajaran alternatif yang tersedia sesuai
dengan kondisi dan kebutuhan. Jika ada, maka pendekatan itu bisa
diadopsi atau diadaptasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Jika tidak
ada maka harus dikembangkan sendiri.
2) Learner analysis (analisis siswa)
Pada tahap ini mengidentifikasi karakter dari siswa yang akan dihadapi.
Karakter yang dimaksud adalah kompetensi dan latar belakang
pengalaman siswa, perilaku umum terhadap topik pembelajaran,
pemilihan media, format dan bahasa. Analisis siswa dilakukan karena
dapat mempengaruhi keberhasilan setiap tahap pengembangan. Analisis
ini juga membantu memastikan bahwa tes kriteria tidak terkontaminasi
oleh faktor yang tidak relevan. Cara mengimplementasikan analisis siswa.
a. Recall (mengingat) yaitu mempertimbangkan pengalaman dengan
siswa target
b. Wawancara dengan guru. Kegiatan ini dilakukan untuk berbagi
pengalaman dengan guru yaitu dengan wawancara secara informal.
c. Literatur penelitian. Literatur ini membantu memperoleh data
berdasarkan daftar karakteristik siswa
d. Wawancara langsung dengan siswa
47