Page 24 - E-Modul Pelabuhan Udara (Aktualisasi-Dinda Sekar Selni Prawardani, S.T.,M.T)
P. 24
Tabel berikut menyajikan Karakteristik Pesawat sehubungan dengan Landing Gear (Roda
Pendaratan)
Tabel 2.2. Karakteristik Pesawat berkaitan dengan Landing Gear
Jenis mesin pesawat dikelompokkan dalam 2 kelompok yaitu:
a. pesawat bermesin piston; dan
b. pesawat bermesin jet.
Pesawat bermesin piston mengandalkan baling-baling yang digerakkan oleh mesin
pembakaran dalam beroktan tinggi untuk menghasilkan gaya dorong. Hingga saat ini,
sebagian kecil pesawat umum masih menggunakan jenis mesin ini.
Sistem turbin menjadi jantung penggerak pesawat bermesin jet. Sistem ini terdiri dari tiga
komponen utama: kompresor, ruang bakar, dan turbin. Kompresor bertugas menghisap
udara dari luar lalu memadatkannya. Udara bertekanan tinggi hasil kompresi kemudian
dialirkan ke ruang bakar. Di dalam ruang bakar, udara bertekanan tinggi dicampur dengan
bahan bakar dan dibakar secara terus-menerus. Suhu di dalam ruang bakar dijaga agar
tetap sekitar 1000 derajat Celsius dengan memanfaatkan sebagian udara hasil kompresi
sebagai pendingin.
Proses kerja turbin pada mesin jet didorong oleh aliran gas panas hasil pembakaran yang
bertekanan tinggi. Gas panas ini menggerakkan sudu-sudu turbin sehingga porosnya
berputar. Putaran turbin ini kemudian memutar kompresor yang berfungsi memadatkan
udara masuk. Interaksi antara kompresor, ruang bakar, dan turbin menciptakan siklus yang
berkelanjutan. Untuk memulai proses ini, diperlukan alat bantu starter. Gas buang
bertekanan tinggi yang keluar dari nosel turbin menghasilkan gaya dorong yang kuat
sebagai aksi, yang kemudian menimbulkan reaksi berupa gaya dorong pada pesawat.
Variasi dari mesin jet adalah:
a. Mesin turbojet, merupakan mesin turbin yang paling tua;
b. Mesin turbofan, turbojet yang diberi tambahan kipas angin (fan) di depan
Kompresor dan turbojet kecil penggerak kipas dengan tujuan menambah
tekanan udara;
Halaman20