Page 39 - hujan
P. 39

tujuh malam.

                  Lail  mengangguk,  memperlihatkan  potongan  roti  di  ta ngan nya.  Tadi  ada  yang

                membagikan roti.
                  ” Ibumu sudah siuman?” Lail bertanya pelan.

                  Esok menggeleng, menoleh ke tenda di belakang, tempat ibu nya dirawat.

                  ” Kamu mau?” Lail memotong rotinya, menyerahkannya ke pada Esok.
                  ” Terima kasih.” Esok menerima potongan roti.

                  Mereka  diam,  mengunyah  roti  masing-masing.  Mereka  berdua  duduk  di  dekat

                salah   satu   tenda.   Halaman   rumah    sakit   itu   sesak   oleh   pasien.   Tenda-tenda
                darurat    tidak   mampu     menampung.      Bebe rapa   pasien   tidur   di   terpal-terpal

                terbuka.   Suara   bising   ter dengar   memenuhi     kompleks    darurat,   berseru-seru.

                Setiap kali ambulans memasuki halaman, itu berarti pasien kem bali bertambah.
                  Malam     itu   mereka   tidur   meringkuk     di   sudut   salah   satu   tenda.   Hanya

                beralaskan    kardus,   menggunakan      tangan   sebagai   bantal.   Seharian   lelah,   Jsik

                mereka butuh istirahat. Mereka jatuh ter tidur dengan cepat, di tengah kesibukan
                dan ingar-bingar.

                                                            ***

                Esok   harinya,   lokasi   pengungsian   diumumkan      Wali   Kota—yang      juga   selamat
                dari  gempa  bumi.  Ada  delapan  lokasi  di  seluruh  kota.  Salah  satu  yang  paling

                dekat   dari   rumah   sakit   adalah   sta dion   sepak   bola,   Pengungsian   Nomor    2.

                Stadion    besar   itu   runtuh   dua   pertiga,   tapi   yang   diperlukan   adalah   lapangan

                luasnya.   Di   sana   marinir   membangun     puluhan   tenda   raksasa.   Juga   dibangun
                dapur    umum,    instalasi   air   bersih,   dan   apa   pun   yang   bisa   disediakan   untuk

                keperluan korban gempa bumi.
                  Wali   Kota   mengimbau,     siapa   pun   yang   tidak   memiliki   tempat   tinggal   bisa

                menuju lokasi pengungsian.

                  Lail   terbangun   saat   sinar   matahari   menerobos     tenda.   Esok   tidak   ada   di

                dekatnya.    Mungkin    sedang   menemani     ibunya.   Dokter   dan   suster   yang   masih
                sibuk  menangani  pasien  baru  di  tenda  tempat  Lail  tidur  tidak  memperhatikan.

                Ada banyak pen duduk yang menumpang tidur di halaman rumah sakit.
   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44