Page 131 - eBook Manajemen Pengantar_Neat
P. 131
2. Adopsi Filosofi Baru
Deming mengakui bahwa dalam era baru, usaha meningkatkan kualitas
perlu untuk kelangsungan hidup perusahaan, dengan berpegang pada
keteguhan tujuan yang terus harus dijaga. Manajemen harus menolak
bahan mentah yang rusak, tenaga kerja yang jelek, produk yang
rusak, dan pelayanan yang lamban. Sesuatu yang rusak tidak cukup
diminimalkan, melainkan harus dihapuskan. Pemberian layanan yang
handal mengurangi biaya; penundaan dan kesalahan menaikkan biaya.
3. Lepaskan Ketergantungan pada Inspeksi Massal
Deming menyadari, bila terjadi kesalahan berarti telah terjadi
kehilangan efisiensi dan efektifitas. Inspeksi secara massal yang
menemukan kesalahan setelah kesalahan tersebut terjadi harus diganti
dengan membangun kembali kualitas mulai dari awal. Perbaikan
proses berkelanjutan mengurangi biaya yang terjadi, karena apabila
kesalahan terjadi, langsung kesalahan tersebut dapat terkoreksi.
Pembuatan produk berkualitas tinggi juga mempertinggi kepuasan
karyawan, sebab karyawan merasakan mampu menyelesaikan
pekerjaan dan bangga terhadap hasil kerjanya.
4. Akhiri Praktik Kegiatan Bisnis yang Tidak Baik
Deming mendorong perusahaan untuk mengakhiri hubungan
permusuhan dengan pemasok, dan malahan seharusnya menjalin
hubungan baik dengan pemasok dalam jangka panjang. Deming
berargumentasi bahwa harga tidak relevan untuk dijadikan suatu
ukuran kualitas barang dan jasa yang dibeli oleh perusahaan. Berbagai
metode statistik yang tersedia menjadi sangat penting untuk
memungkinkan perusahaan dapat mengevaluasi kualitas pemasok dan
barang/jasa yang dijualnya. Salah satu cara Deming mendorong
perusahaan-perusahaan untuk membangun hubungan dengan
pemasok adalah dengan mengembangkan kemitraan berdasarkan
kepercayaan dengan pemasok tunggal dan keyakinan bahwa satu
sama lain adalah saling membutuhkan.
5. Perbaiki Secara Konstan dan Berkelanjutan Sistem Produksi dan
Jasa
Menurut Deming, kewajiban manajemen untuk mencari metode
perbaikan kualitas tidaklah mengenal akhir. Ia percaya bahwa
perbaikan terjadi dari proses belajar itu sendiri, bukan dari kerusakan
atau kesalahan, dan perbaikan berkelanjutan adalah tanggung jawab
manajemen.
120 Manajemen Pengantar

