Page 134 - eBook Manajemen Pengantar_Neat
P. 134
puncak mendesain dan mengimplementasi strategi, kemudian pekerja
hendaknya dapat melakukan kerja sama dalam pencapaian kultur
TQM.
2. Joseph Juran
Kira-kira pada waktu yang bersamaan, orang Amerika yang lain,
Joseph Juran, juga datang ke Jepang. Juran juga bekerja dengan William
Shewhart dan terlibat dalam pengembangan konsep pengendalian proses
dengan statistik. Ide-ide Juran dalam pengembangan kualitas hampir mirip
dengan Deming. Perbedaan ide Juran dengan Deming terletak pada ide
mengenai banyak sedikitnya perubahan dalam pendekatan manajemen yang
diperlukan untuk menciptakan total quality system.
Menurut Deming, pemfokusan pada kualitas memerlukan suatu
revolusi yang berjangka panjang dan filosofi yang menuntut suatu usaha
besar untuk berubah. Namun menurut Juran, perubahan kualitas dapat
terjadi seperti halnya dengan perubahan-perubahan lain dalam sebuah
perusahaan, yaitu dengan menggunakan kerangka pada keputusan dan
tindakan organisasional yang biasa. Juran memperkenalkan Trilogy yaitu
rencana kualitas yang terdiri dari tiga aktivitas yaitu, membuat tujuan,
identifikasi customer dan kebutuhannya serta mengembangkan produk dan
proses. Logy kedua pengendalian kualitas yang terdiri dari evaluasi kinerja
, membandingkan dengan tujuan dan adaptasi. Logy ketiga adalah
peningkatan kualitas yang terdiri dari, menetapkan infra struktur, identifikasi
proyek dan kelompok, menyediakan pelatihan sumber daya , dan
pengendalian.
3. Kaoru Ishikawa
Ketika Deming dan Juran memunculkan ide mengenai kualitas dan
menerapkannya untuk pembangunan kembali industri di Jepang, banyak
tokoh Jepang juga memainkan peran kunci, misalnya Kaoru Ishikawa.
Kaoru Ishikawa dikenal berkontribusi memperkenalkan Gugus Kendali
Mutu/GKM (quality circle). GKM adalah kelompok kerja yang bertemu
untuk berdiskusi mengenai cara-cara memperbaiki kualitas dan
mem ecahka n masa lah pr oduksi . Banyak per usahaa n Amer ika
memprakarsai GKM dengan harapan dapat menyamai keberhasilan
perusahaan Jepang, akan tetapi mereka gagal dalam memahaminya
sehingga gagal pula dalam menerapkannya.
Kontribusi lain dari Ishikawa adalah perhatiannya pada pentingnya
usaha kualitas total (total quality effort) pada pelanggan. Dia menyatakan
Kualitas 123

