Page 133 - BUKU SEABAD RAKYAT INDONESIA BERPARLEMEN
P. 133

SEABAD RAKYAT INDONESIA
           BERPARLEMEN





                                      mengantisipasi hal itu pemerintah membentuk sebuah panitia penam-
                                      pungan masalah yang diberi nama Panitya Negara Penasehat Penjele-
                                      saian Pembatalan K.M.B. Panitia ini bertugas memberikan pertimbangan
                                      kepada pemerintah dalam hal penyelesaian akibat-akibat yang ditimbul-
                                      kan oleh pembatalan perjanjian-perjanjian KMB seluruhnya. Panitia ini
                                      terdiri dari kalangan pemerintah dan DPR.


                                                           DPR  terus  mengawal  proses  pelaksanaan
                                                           undang-undang  pembatalan  KMB  dan  anti-
                                                           sipasi  yang  dilakukan  pemerintah  terhadap

           Pada 15 Desember 1955                           dampak-dampak yang ditimbulkan akibat pem-
                                                           batalan perjanjian yang mengikat Indonesia de-
           diadakan pemilihan                              ngan  bekas  negara  yang  pernah  menjajahnya

           umum untuk memilih                              itu. Penekanan dan konsern DPR adalah pada
                                                           masalah kedaulatan Indonesia sebagai negara
           anggota Konstituante.                           yang merdeka, yang harus tercermin dalam se-

           Untuk satu kursi                                tiap kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah
                                                           Kabinet Ali Sastroamidjojo II.
           anggota Konstituante

           diperlukan suara 150                            Sementara itu, setelah terbentuknya DPR hasil
                                                           pemilu, pada tahun berikutnya rakyat Indonesia
           atau setengah dari                              memilih  untuk  anggota  Konstituante  yang  di-

           anggota DPR.                                    tujukan  untuk  membuat  Undang-Undang  Da-
                                                           sar  (Konstitusi)  yang  diharapkan  bahwa  un-
                                                           dang-undang itu merupakan hasil dari sebuah
                                                           lembaga yang dipilih langsung oleh rakyat. Pada
                                                           15  Desember  1955  diadakan  pemilihan  umum
                                                           untuk  memilih  anggota  Konstituante.  Untuk
                                      satu kursi anggota Konstituante diperlukan suara 150 atau setengah
                                      dari anggota DPR. Dari Total jumlah kursi yang ditetapkan sebanyak
                                      520 oleh PPI, hanya 514 kursi yang mengisi keanggotaan Konstituante.


                                      Dari partai-partai yang dominan sebagaimana hasil Pemilu 1955, komposisi
                                      kekuatan partai-partai di Konstituante adalah sebagai berikut: PNI menda-
                                      pat 119 kursi, Masyumi 112, Nahdlatul Ulama 91, dan PKI 60 kursi. Wilopo (dari
                                      PNI), tokoh politik yang pernah menjabat Perdana Menteri (19 Maret 1952
                                      hingga 2 Juni 1953), terpilih sebagai Ketua Konstituante.


                                      Dalam  Konstituante  dibentuk  sebuah  Panitia  Persiapan  Konstitusi
                                      (PPK), yang terdiri dari beberapa bagian, yakni (1) Panitia Rumah Tang-
                                      ga,  (2)  Panitia  Musyawarah,  (3)  Panitia  Konstitusi,  (4)  Panitia  Istilah,
                                      (5) Panitia Perumus, dan (6) Panitia Redaksi. Dalam Panitia Konstitusi




           126
   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137   138