Page 232 - BUKU SEABAD RAKYAT INDONESIA BERPARLEMEN
P. 232

DPR-RI MASA ORDE BARU: MENGUATNYA PERAN NEGARA
                                                                                                         (1967-1998)





                  baru  dalam  pelaksanaan  pemilu  kala  itu  adalah  pemilu  di  Provinsi
                  Timor Timur, yang dalam Pemilu 1977 belum diikutkan karena baru ber-
                  integrasi dengan Indonesia pada 17 Juli 1976.


                  Selain itu, pada 12 Agustus 1981 dibentuk pula sebuah lembaga yang
                  dikenal  sebagai  Panitia  Pengawas  Pelaksanaan  (Panwaslak)  Pemi-
                  lu.  Lembaga  ini  bertugas  mengawasi  jalannya
                  pemilu  dan  meminimalkan  kecurangan  saat
                  pemilu. Panwaslak  diketuai  oleh  Jaksa  Agung

                  dan  melakukan  pengawasan  pelaksanaan  pe-
                  milu anggota DPR, DPRD Tingkat I, dan DPRD             Sikap keras pemerintah
                  Tingkat  II  dalam  wilayah  kerja  masing-masing.     Orde Baru terhadap
                  Pembentukan  Panwaslak  tersebut  hanya  me-
                  nampung permasalahan yang disampaikan oleh             pengkritiknya
                  masyarakat dan kontestan pemilu, bukan mena-           menyebabkan
                  ngani masalah kriminal dan pidana terkait pemi-
                  lu.  Setelah  dibentuk  Panwaslak,  semua  protes      kehidupan demokrasi
                  partai politik bisa diselesaikan melalui mekanis-      di Indonesia sangat
                  me musyawarah.
                                                                         bergantung pada

                  Pemilihan  umum  merupakan  prinsip  penting           pemerintah, dalam hal
                  dalam  keberlangsungan  sistem  demokrasi  su-
                  atu  negara.  Dalam  sebuah  negara  demokrasi,        ini Presiden.
                  pemilu menjadi saluran penting bagi kedaulatan
                  politik  rakyat  karena  rakyat  dapat  memberikan
                  keputusan  politiknya.  Pemilu  kemudian  mulai
                  menjadi agenda politik berkala yang rutin dilak-
                  sanakan di Indonesia sejak masa pemerintahan Orde Baru. Pemilihan
                  Umum 1987 merupakan pemilu ke-4 yang dilaksanakan pada masa ini.
                  Pemilu dilaksanakan pada 23 April 1987 serentak di seluruh wilayah
                  Indonesia untuk memilih anggota legislatif periode 1987-1992.


                  Lembaga yang berwenang menyelenggarakan pemilihan umum ada-
                  lah Lembaga Pemilihan Umum. Struktur keanggotaan Lembaga Pemi-
                  lihan Umum mayoritas diisi oleh kalangan pemerintah. Lembaga ini di-
                  pimpin Menteri Dalam Negeri yang ditunjuk oleh Presiden.


                  Sistem pemilihan yang dilakukan pada 1987 masih sama seperti pemi-
                  lu 1982, yaitu menggunakan sistem perwakilan berimbang (proporsio-
                  nal) dengan stelsel daftar. Sebagai tambahan, Pemilu 1987 mengguna-
                  kan undang-undang yang baru, yaitu UU Nomor 1 Tahun 1985 tentang






                    dpr.go.id                                                                              225
   227   228   229   230   231   232   233   234   235   236   237