Page 165 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 165

Tintin Surtini: Reforma Hukum Agraria Mengenai Penguasaan dan Kepemilikan ...     157


                  Distribusi tanah menjadi terminologi kaum sosialis dan komunis. Karena tanah dikuasai
             oleh  negara  dan  diberikan  kepada  rakyat  untuk  dimanfaatkan.  Negara  mendistribusikan
             tanah  kepada  rakyatnya  untuk  kepentingan  sosial.  UUPA  tidak  melarang  kepemilikan
             pribadi, tetapi memberikan batasan. UUPA Pasal 17 menyatakan bahwa perlu diatur luas

             maksimum dan atau minimum tanah yang boleh dipunyai dengan sesuatu hak  oleh satu
             keluarga atau badan hukum. Pihak yang menguasai tanah melebihi dari batas maksimum
             akan  diambil  alih  oleh  Pemerintah  dengan  diberikan  kompensasi.  Pengambilalihan  kele-

             bihan tanah dari kepemilikan yang melampaui batas maksimum kemudian dibagikan  kepada
             rakyat yang membutuhkan.
                  Menurut UU No 56 Prp tahun 1960 luas batas maksimum yang diijinkan adalah sebagai
             berikut:

                   a.  Daerah yang tidak padat (kepadatan penduduk sampai dengan 50 tiap kilometer
                      persegi) luas maksimum penguasaan tanah pertanian 15 hektar untuk tanah sawah
                      dan 20 hektar  untuk tanah kering.
                   b. Daerah-daerah kurang padat (kepadatan 51 hingga 250 tiap kilometer persegi) luas

                      maksimum untuk tanah sawah adalah 10 hektar dan 12 hektar untuk tanah kering.
                   c.  Daerah-daerah yang padat (kepadatan 251 hingga 400 tiap kilometer persegi) luas
                      maksimum tanah sawah adalah 7,5 hektar untuk sawah dan 9 hektar untuk tanah

                      kering.
                   d. Untuk daerah-daerah yang sangat padat (kepadatan 401 ke atas tiap kilometer perse-
                      gi) luas maksimum untuk tanah sawah adalah 5 hektar dan 6 hektar untuk tanah
                      kering.

                  Secara  substansial,  ketentuan  mengenai  pembatasan  penguasaan  tanah  dimaksudkan
             untuk menghindari monopoli atau penguasaan tanah yang merugikan rakyat. Pembatasan
             tersebut untuk melindungi para petani kecil agar tetap dapat memiliki tanah. Negara yang
             akan mengatur soal pembatasan dan melakukan redistribusi tanah tersebut setelah memba-

             yar ganti kerugian.
                  Penguasaan tanah yang melampaui batas maksimum merupakan suatu persoalan yang
             harus ditangani. Reforma agraria berkenaan dengan penataan kembali penguasaan tanah.

             Jika di masa awal negara ini berdiri, reformasi agrarian berkenaan dengan pengembalian
             tanah-tanah  rakyat  yang  dirampas  oleh  penjajah,  redistribusi  tanah  yang  berupa  tanah
             jabatan atau tanah yang tidak dipergunakan sesuai dengan kebutuhan. Ini banyak terjadi di
             desa-desa di Indonesia. Di masa sekarang, reforma agraria berkenaan dengan perombakan

             pemilikan  dan  penguasaan  tanah  serta  hubungan-hubungan  hukum  yang  bersangkutan
                                                                                                        36
             dengan  penguasaan  tanah  dalam  mewujudkan  pemerataan  kemakmuran  dan  keadilan.
             Aspek keadilan menjadi tolok ukur untuk menciptakan kemakmuran dan keadilan.




                36  Santoso, Hukum Agraria, Op.cit., hlm.205-206.
   160   161   162   163   164   165   166   167   168   169   170