Page 239 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 239

Adi Kurniawan: Membangun Sistem Publikasi Positif dalam Pendaftaran Tanah ...     231


                d. Harga tanah menjadi lebih tinggi.
                e.  Dapat dijadikan jaminan utang dengan dibebani Hak Tanggungan.
                f.  Penetapan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tidak mudah keliru.
             2.  Manfaat bagi Pemerintah

                a.  Akan terwujud tertib administrasi pertanahan sebagai salah satu program Catur Tertib
                   Pertanahan.
                b. Dapat  memperlancar  kegiatan  Pemerintahan  yang  berkaitan  dengan  tanah  dalam

                   pembangunan.
                c.  Dapat  mengurangi  sengketa  di  bidang  pertanahan,  misalnya  sengketa  batas-batas
                   tanah, pendudukan tanah secara liar.
             3.  Manfaat bagi calon pembeli atau kreditur

                Bagi calon pembeli atau calon kreditur dapat dengan mudah memperoleh keterangan yang
                jelas  mengenai  data  fisik  dan  data  yuridis  tanah  yang  akan  menjadi  objek  perbuatan
                                          13
                hukum mengenai tanah.
                  Asas  pendaftaran  tanah  ini  merupakan  pijakan  bagi  negara  khususnya  lembaga  atau

             otoritas pemerintah yang diberikan kewenangan oleh Undang-Undang untuk melaksanakan
             kegiatan  pendaftaran  tanah  untuk  selalu  menyelenggarakan  kegiatan  pendaftaran  yang
             berlandaskan pada asas-asas pendaftaran tanah, dengan maksud agar tujuan diadakannya

             pendaftaran tanah dapat terpenuhi. Asas pendaftaran tanah yang sangat lekat dengan perma-
             salahan sistem publikasi ini adalah asas aman dan mutakhir. Dimana pertanyaan akan mun-
             cul sudahkah kegiatan pendaftaran tanah yang dilakukan selama ini sudah memberikan rasa
             aman dan memberikan jaminan kepastian hukum bagi pemegang hak atas tanah. Selanjut-

             nya, dengan berlakunya sistem publikasi negatif, memang secara harfiah dapat dijelaskan
             bahwa negara dalam hal ini lembaga yang berwenang tidak menjamin kebenaran data yang
             ada pada sertipikat, sehingga dimungkinkan adanya gugatan atau tuntutan dari pihak lain
             yang merasa berhak atas hak atas tanah yang sudah diterbitkan sertipikatnya. Dari dua asas

             tersebut saja, secara sederhana dapat digambarkan betapa perlunya penyempurnaan dalam
             sistem publikasi pendaftaran tanah di Indonesia.
                  Terselenggaranya  pendaftaran  tanah  berdasarkan  asas  pendaftaran  tanah  diharapkan

             akan mencapai tujuan dari pendaftaran tanah itu sendiri. Dimana tujuan utama dari pendaf-
             taran tanah itu sendiri adalah guna memberikan kepastian dan perlindungan hukum terha-
             dap pemegang hak atas tanah. Pemberian kepastian dan perlindungan hukum ini dikonver-
             sikan dalam bentuk pemberian sertipikat hak atas tanah. Untuk melaksanakan fungsi infor-

             masi, baik data fisik dan data yuridis dari bidang tanah yang terdaftar terbuka untuk umum.
             Sementara untuk terselenggaranya tertib administrasi pertanahan, maka setiap bidang tanah,



                13  Umar Sahid Sugiharto, Suratman dan Noorhuda Muchsin. Hukum Pengadaan Tanah, Pengadaan Hak
             Atas Tanah Untuk Kepentingan Umum Pra dan Pasca Reformasi, Cetakan Kedua, (Malang: Setara Press,
             2015), hlm. 223.
   234   235   236   237   238   239   240   241   242   243   244