Page 380 - Konstitusionalisme Agraria
P. 380

No. 058-059-060-063/PUU-II/2004 dan 008/PUU-III/2005 mengenai
            pengujian UU Sumber Daya Air, Mahkamah Konstitusi menegaskan
            bahwa hak rakyat atas air merupakan hak asasi manusia. Hal yang
            sama juga diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi dalam perkara
            No. 25/PUU-VIII/2010 mengenai Pengujian UU No. 4 Tahun 2009
            tentang Pertambangan Mineral dan Batubara yang menentukan
            bahwa keberadaan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) sebagai
            wujud pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945 yang mengamanahkan kepada
            negara untuk terlibat atau berperan aktif melakukan tindakan
            dalam memajukan hak-hak ekonomi dan sosial warga negara.
            Sebagaimana hak-hak asasi manusia lainnya posisi negara dalam
            hubungannya dengan kewajibannya yang ditimbulkan oleh hak
            asasi manusia, negara harus menghormati (to respect), melindungi
            (to protect), dan memenuhinya (to fulfill). Tanggung jawab negara
            tersebut mewajibkan kepada negara untuk menjamin agar setiap
            orang dapat menikmati hak asasi yang dimilikinya itu yang tidak
            hanya menyangkut kebutuhan sekarang tetapi harus juga dijamin
            kesinambungannya untuk masa depan karena secara langsung
            menyangkut eksistensi manusia.
                 Tanggungjawab negara dalam mewujudkan penguasaan tanah
            dan sumber daya alam lainnya untuk sebesar-besar kemakmuran
            rakyat  mengharuskan pemerintah untuk  mengutamakan
            pemenuhan hak-hak rakyat, sebagai contoh dalam putusan Perkara
            No. 002/PUU-I/2003 berkaitan dengan Minyak dan Gas Bumi,
            Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa tanggung jawab negara
            mengandung pengertian bukan hanya menyediakan harga Bahan
            Bakar Minyak (BBM) yang murah maupun mutu yang baik, tetapi
            juga adanya jaminan ketersediaan BBM dan pasokan bagi seluruh
            lapisan masyarakat. Oleh karena itu, produksi minyak dan gas
            harus mengalokasikan produknya untuk kebutuhan dalam negeri
            secara memadai.
                 Demikian pula dalam menentukan wilayah pertambang, dalam
            putusan perkara No. 25/PUU-VIII/2010 mengenai Pengujian UU
            No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara,
            Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa dalam penentuan


                                      Konstitusi Agraria dan Mahkamah Konstitusi     349
   375   376   377   378   379   380   381   382   383   384   385