Page 104 - Potret Perjuangan Bapak Hukum Agraria Prof. Boedi Harsono
P. 104

Potret Perjuangan Bapak Hukum Agraria ....

               guhnya istilah ‘dibantu’ tidak perlu merisaukan para PPAT, sebab
               makna ‘Kepala Kantor Pertanahan dibantu oleh PPAT’ dalam hal
               ini lebih kurang seperti makna yang tersirat dalam pengertian
               bahwa ‘Presiden dibantu oleh Menteri’ dalam penyelenggaraan
               pemerintahan. Ditegaskan bahwa tugas membantu Kepala Kantor
               Pertanahan harus diartikan dalam rangka pelaksanaan kegiatan
               pendaftaran tanah yang dalam Pasal 6 ayat (1) ditugaskan kepada
               Kepala Kantor Pertanahan. Dalam pada itulah, maka PPAT adalah
               Pejabat Tata Usaha Negara, karena tugasnya di bidang pendaftaran
               tanah yang merupakan kegiatan di bidang eksekutif/tata usaha
               Negara. 42
                   Sekali lagi, bagi Prof. Boedi Harsono ketentuan Pasal 15 ayat
               (2) f UU No. 30 Tahun 2004, justru semakin menegaskan kewe-
               nangan dari notaris, yakni bahwa notaris berwenang membuat
               akta yang berkaitan dengan pertanahan, tetapi bukan kewenangan
                                         43
               yang diberikan kepada PPAT.  Pandangan Prof Boedi Harsono
               ini dikuatkan oleh ketentuan lain dari UU Jabatan Notaris tersebut,
               yakni Pasal 17 huruf g yang bermakna bahwa notaris dapat
               merangkap jabatan sebagai PPAT. Dalam pada itu, apabila notaris
               merangkap jabatan sebagai PPAT, maka ketika membuat akta
               tanah, ia bertindak sebagai PPAT. Dan, agar notaris dapat merang-
               kap jabatan PPAT, ia harus terlebih dahulu memenuhi persyaratan
               sebagai PPAT, yang antara lain, harus lulus dari ujian yang dise-
               lenggarakan oleh otoritas pertanahan.
                   Perlu ditambahkan pula, berdasarkan analisis semantik
               terhadap Pasal 15 ayat (2) huruf f UU Jabatan Notaris, yang menya-
               takan bahwa notaris berwenang pula membuat ‘akta yang ber-


                   42  Boedi Harsono, hlm. 484-485
                   43  Perhatikan Renvoi No. 1.109 Juni 2012, hlm. 9.

                                                                    91
   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109