Page 103 - Perjuangan Landreform Masyarakat Perkebunan: Partisipasi Politik, Klaim dan Konflik Agraria
P. 103

Bab 3
                              PERIODE JEPANG:
                  MASYARAKAT PERKEBUNAN DAN
                HANCURNYA STRUKTUR AGRARIA

                                    KOLONIAL




                  Pada jaman Jepang banyak sekali drop-dropan untuk menguasai
                  tanah-tanah  perkebunan. Mereka  tidak  hanya  datang dari
                  desa-desa  sekitar  tanah  perkebunan  tapi juga  (didatangkan)
                  dari daerah lain. 1





                   paya  masyarakat  perkebunan  dalam  mengelola  lahan  yang
              Utelah    mereka  duduki sejak  ditinggalkan  oleh  pemilik  dengan
              hak  erfpacht  pada  masa  pendudukan  Jepang (1942-1945) tidak
              seperti yang diharapkan. Masyarakat tidak lagi menanam tanaman
              perkebunan  seperti sebelumnya, malah  berganti dengan  tanaman
              lainnya, khususnya  tanaman  pangan. Tanah-tanah  yang biasanya
              untuk membudidayakan tanaman perkebunan terutama tembakau

              dan  tebu  dirubah  untuk  kebutuhan  bahan  pokok. Tidak  ada  lagi
              tembakau di tempat pengeringan dan gudang-gudang penyimpanan.
              Mesin-mesin industri perkebunan yang biasa menggiling tebu untuk
              menjadi gula juga tidak berfungsi. Tidak ada lagi lalu-lalang buruh
              perkebunan  yang bekerja  di tanah-tanah  tempat  pembudidayaan
              tanaman   perkebunan, begitu   juga  gudang-gudangnya. Pasar


              1   Wawancara Kuswadi, Jember 11 Juli 2001.
   98   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108