Page 143 - Perjuangan Landreform Masyarakat Perkebunan: Partisipasi Politik, Klaim dan Konflik Agraria
P. 143
Bab 4
MASYARAKAT PERKEBUNAN DAN
INISIATIF-INISIATIF MENATA ULANG
STRUKTUR AGRARIA
Saya sebenarnya berihak kepada ‘Keadilan dan pragmatika’.
Artinya saya berpendapat kalau masing2 ihak (majikan dan
buruh) telah sepakat untuk mengatur urusan perburuhan
1
seperti tercantum dalam suatu CAO yang ditanda tangani oleh
mereka, mereka juga patut untuk mentaatinya. Pada tahun2
pertama hampir semua majikan tidak mentaati CAO tersebut
dan akibatnya adalah pemogokan dan tuntutan dari ihak
buruh. Saya menjelaskan kepada direksi saya bahwa baru dapat
diharapkan kedamaian dalam perkebunan setelah hal seperti
tsb. diatas ini dibereskan dan para majikan bekerja sesuai
dengan tututan CAO. Hal itu tentu sebaliknya juga berlaku
untuk serikat buruh. Pada tahap kedua setelah kebanyakan
perkebunan telah mentaati CAO dengan sesungguhnya
timbul ‘balasan’ dari serikat buruh (terutama Sobsi) yang tidak
mentaati CAO dengan mengajukan tututan2 untuk apa tidak
ada dasar dalam CAO tsb. 2
1 CAO (Collectieve Arbeids Overeenkomstatau Collective Labour
Agreement).
2 Dikutip tanpa diedit dari email Jacob Vredenbregt kepada penulis,
tanggal 21 September 2004.

