Page 148 - Perjuangan Landreform Masyarakat Perkebunan: Partisipasi Politik, Klaim dan Konflik Agraria
P. 148

136   Tri Chandra Aprianto


            bila kemudian berkembang pandangan dari banyak kalangan yang
            menyatakan  bagi masyarakat  Jember  persoalan  pembudidayaan
            tanaman  perkebunan, khususnya  tembakau  merupakan  kegiatan
                                            ,
            yang bersifat  tradisional cash crop sebuah  tanaman  yang secara
            turun temurun dilakukan. 9
                Tidak mudah bagi masyarakat untuk melakukan pembenahan
            atas  tanah-tanah  perkebunan  yang pada    masa  pemerintah

            Jepang telah  digunakan  untuk  tanaman  perang. Berbeda  dengan
            tanaman  perkebunan  keras  seperti kopi, kakao  dan  karet  yang
            mengalami pengurangan   produksi secara  hebat  oleh  pemerintah
            Jepang, kerusakan  di tanah-tanah  tanaman  tembakau  bisa  dengan
            cepat  masyarakat  atasi. Di samping kerusakan  pada  tanahnya,
            kerusakan terparah akibat pengelolaan sumber-sumber agraria oleh
            pemerintah Jepang juga terkena pada gudang-gudang dan peralatan
            industri perkebunan, khususnya industri gula.  Upaya pembenahan
                                                     10
            yang dilakukan   oleh  masyarakat  lokal tersebut  merupakan
            bagian  dari proses  rehabilitasi ekonomi atas  berbagai kerusakan
            perusahaan  perkebunan  akibat  pendudukan  Jepang. 11  Ini adalah
            partisipasi masyarakat perkebunan dalam upaya recovery persoalan
            ekonomi yang sedang dihadapi bangsa   yang baru  saja  merdeka.
            Tindakan masyarakat tersebut terkesan spontan dan terlihat tanpa

            pengorganisasian  yang bersifat  nasional, merupakan  inisiatif  lokal
            dari setiap daerah dimana perusahaan perkebunan berada.  Hingga
                                                                 12
            menjelang perang kolonial pertama  (1947) geliat  pasar-pasar  lokal



            9   Djasmari Adenan, ‘Analisa  Aspek  Produksi pada  Unit  Usaha  Tani
                Tingkat  Petani, dalam  Naskah Karya, No. 7, Sidang Komisi Tehnis
                Perkebunan ke V Budidaya Tembakau di Sala, 1979, hlm. 20.
            10  Bisuk Siahaan, Industrialisasi di Indonesia: Sejak Hutang Kehormatan
                Sampai Banting Stir (Jakarta: Pustaka Data, 1996), hlm. 130.
            11   Thee Kian Wei, Explorations in Indonesian Economic History (Jakarta:
                Penerbit FE UI, 1996).
            12  Laporan  Forum  Solidaritas  Petani Tapal Kuda, (Tidak  diterbitkan),
                2000.
   143   144   145   146   147   148   149   150   151   152   153