Page 264 - Perjuangan Landreform Masyarakat Perkebunan: Partisipasi Politik, Klaim dan Konflik Agraria
P. 264
252 Tri Chandra Aprianto
38
jelas, siapa kawan dan siapa lawan. Sehingga terdapat analisa yang
menyempitkan tindakan aksi sepihak tersebut bahwa pelaksanaan
agenda landreform lebih bermakna sebagai media untuk menyiapkan
revolusi sosial. 39
Dalam pandangan PKI landreform adalah gagasan yang
revolusioner maka untuk mewujudkannya harus dipimpin
partai yang revolusioner. Tentu saja pandangan ini mendapat
kritik dari berbagai kalangan yang sama-sama mengusung agenda
landreform. 40
Gerakan aksi sepihak pada tingkat tertentu merupakan
gangguan terhadap pihak y sudah mapan wilayah
dan pedalaman. Struktur sosial yang ada selama ini mengalami
kegoncangan akibat gerakan aksi sepihak yang dilakukan oleh PKI
dan BTI tersebut. Pada level yang lain aksi sepihak pada dasarnya
senantiasa merong-r kewibawaan pemerintah bila tidak
lagi mengkontrol keadaan, karena tindakan tersebut senantiasa
menciptakan suasana revolusioner. Suasana tersebut malah
meningkatkan sikap resistensi terhadap aksi sepihak, yang kebetulan
didukung oleh kekuatan politik dari golongan muslim. 41
Praktek lapangan dari aksi sepihak itu dilakukan dengan cara-
cara pemaksaan, yang diawali dengan aksi demonstrasi dari para
petani penggarap yang didukung oleh aktiis organisasi sosial politik
38 Ada tujuh musuh yang harus diganyang yang dikenal dengan sebutan
tujuh setan desa: (i) tuan tanah jahat; (ii) lintah darat; (iii) tukang ijon;
(iv) kapitalis birokrat; (v) tengkulak jahat; (vi) bandit desa; dan (vii)
penguasa jahat, yaitu penguasa desa yang mendukung keberadaan
kaum penghisap desa atau mereka sendiri yang menjadi penghisap.
DN Aidit, Kaum Tani, hlm. 27.
39 Aminuddin Kasdi, Kaum Merah Menjarah Aksi Sepihak PKI/BTI di
Jawa Timur 1960-1965 (Yogyakarta: Jendela, 2001), hlm. 126-47.
40 Mohammad Yasir, tanggal 27 April 2001.
41 Onghokham, ‘Releksi Tentang Peristiwa G 30 S (Gestok) 1965 dan
Akibat-akibatnya’, Jurnal Sejarah, No. 9, Jakarta: MSI, 2002, hlm. 15-6.

