Page 272 - Perjuangan Landreform Masyarakat Perkebunan: Partisipasi Politik, Klaim dan Konflik Agraria
P. 272

260   Tri Chandra Aprianto


            merugikan warga NU di berbagai daerah pedesaan di Jawa Timur,
            PWNU  Jawa  Timur  mendesak  pemerintah  pusat  agar  tindakan
            aksi  sepihak  dinyatakan  sebagai  tindakan  yang  a-musyawarah,
            bertentangan  dengan  Pancasila, dan  UUD 1945. Secara  tegas  pula





            P  menyatakan tindakan   sepihak itu dianggap
            tindakan kontra revolusioner.  Menindaklanjuti usulan dari bawah
                                       66
            tersebut, tanggal 9 Desember 1964, PBNU disertai organisasi politik
            Islam  lainnya  mendesak  Kejaksaan  Agung guna  memperhatikan



            persoalan konlik akibat   sepihak y  itu membahay


            persatuan  nasional. Presiden  Soekarno  melalui Instruksi Presiden
            tanggal 12 Juli 1964 menginginkan supaya semua perdebatan tentang
            landrefom dihentikan. 67
                Sementara  PKI  sendiri,  guna  menghindari  konlik  yang  lebih
            meluas, elite  PKI segera  melakukan  evaluasi terhadap  proses
            jalannya aksi sepihak. Banyak tindakan aksi sepihak, menurut elite
            PKI, yang prakteknya  dilakukan  di luar  program  partai dan  tidak
            menggunakan   kaidah  revolusioner. Rupanya  elite  PKI mengalami



            kekeliruan   kekuatandirinyadan kelemahan lawan-law


            politiknya dengan menggunakan pendekatan kelas. Secara kultural
            proses radikalisasi dalam rangka memaksakan politik kelasnya yang
            dilakukan oleh PKI bagi masyarakat pedesaan di Jawa, merupakan
            sesuatu  yang asing. 68  Memang terdapat  struktur  sosial yang tidak
            adil seperti kaya-miskin, buruh majikan, tuan tanah-penggarap dan
            seterusnya,  akan  tetapi  hal  itu  bukanlah  letak  kerawanan  dalam
            prinsip  wacana  kelas yang  setiap  saat  dapat  membangkitkan  rasa

            solidaritas  kemarahan. Prinsip-prinsip  kelas  dalam  masyarakat
            perkebunan  menjadi kabur  akibat  dominasi ikatan  keagamaan,
            kultural, kekerabatan, persahabatan, dan  hubungan  paternalistik.


            66  Surabaja Post, 8 Djuli 1964.
            67  Duta Masyarakat, 10 Desember 1964.
            68  Kuntowijoyo, Radikalisasi Petani (Yogyakarta: Bentang,1993), hlm. 21-
                9.
   267   268   269   270   271   272   273   274   275   276   277