Page 68 - Educational HYpnosis
P. 68
Educational Hypnosis (2018)
Free Ebook by Zainurrahman, S.S., M.Pd., CHt.
Zonahypnosis.wordpress.com
berasumsi bahwa siswa tersebut kurang termotivasi. Perlukah kita bertanya
kepada siswa-siswa tersebut apa yang menyebabkan mereka kurang termotivasi?
Saya rasa sewaktu-waktu kita perlu menanyakannya. Apakah perlu kita bertanya
kepada mereka apa yang mereka “rasakan” tentang pelajaran atau aktivitas yang
mana mereka dilibatkan? Saya rasa pertanyaan ini tidak kalah pentingnya untuk
ditanyakan. Dengan menanyakan hal-hal ini, kita bukan hanya akan memahami
hubungan antara emosi dan motivasi, tetapi kita juga akan memahami siswa. Ini
adalah hal yang cukup esensial di dalam profesi pendidik, yakni memahami siswa.
Seringkali kita fokus terhadap materi (terhadap apa yang akan kita ajarkan) dan
kita lupa belajar memahami siswa (siapa yang kita ajar) yang sangat membantu
kita untuk merumuskan metode (bagaimana kita mengajarkannya).
Sebagaimana yang sudah kita bahas pada bagian-bagian sebelumnya,
bahwasanya kita akan menaruh perhatian pada hal-hal yang berkaitan dengan
emosional kita. Kita melakukan hal-hal yang kita sukai, dan menghindari hal-hal
yang tidak kita sukai. Kita juga tertarik dengan hal-hal yang kita sukai dan juga
yang tidak kita sukai. Emosi yang memenuhi hati kita mendorong kita untuk
bergerak menuju suatu pencapaian atau menghindari suatu hal. Sementara itu,
emosi lahir karena interpretasi dan penilaian kita terhadap suatu hal. Ketika kita
menganggap sesuatu itu penting dan terlibat dalam struktur pengalaman dan
kehidupan kita, maka anggapan kita itu akan menciptakan emosi tertentu
terhadap sesuatu itu. Kita juga akan sangat emosional terhadap hal-hal yang
memicu rasa ingin tahu misalnya rasa heran, rasa curiga, dan sebagainya, yang
merupakan upaya pikiran kita untuk memuaskan rasa haus informasi. Dengan
emosi-emosi ini, kita kemudian memilih tindakan-tindakan tertentu, baik secara
sadar maupun secara bawah sadar, sebagai respons untuk memuaskan rasa
“haus” psikologis kita. Emosi merupakan stimulus yang menghasilkan respons
yang terwujud dalam berbagai cara (tindakan, perilaku, sikap, pemikiran,
pengambilan keputusan, dan sebagainya). Sementara itu, emosi juga merupakan
produk dari hasil penilaian, tafsiran, atau pemberian makna terhadap sesuatu
objek atau informasi, serta pengalaman (ingat mindset). Semua ini saling
berkaitan antara satu dengan yang lainnya dan meskipun bisa ditelaah secara
mandiri, kesemuanya merupakan suatu kesatuan. Proses-proses ini merupakan
mekanisme pikiran, perasaan, di balik tindakan.
Pengalaman saya selama menjadi seorang dosen mengajarkan kepada
saya bahwa membuat siswa menyukai sesuatu yang tidak mereka sukai (merubah
emosi) adalah pekerjaan yang tidak mudah. Saya mengampu mata kuliah writing
(menulis) dan bertahun-tahun saya berupaya untuk “menyadarkan” para
mahasiswa betapa pentingnya menguasai keterampilan menulis. Sampai saat ini
saya merasa belum layak disebut dosen yang berhasil menyadarkan mahasiswa
akan hal tersebut. Sampai saat ini, masih banyak mahasiswa yang menjiplak hasil
61

