Page 52 - kebudayaan
P. 52
dan bijaksana. Ketiga kata itu memiliki makna yang baik dan tinggi.
Kata sempurna bermakna utuh, lengkap (tidak ada cacat dan cela),
atau sangat baik. Kata lainnya adalah arif yang biasanya dikolokasikan
dengan kata bijaksana yang menekankan bahwa Sultan Gowa, Sultan
Hasanuddin, itu maha bijak.
Sultan Hasanuddin juga memiliki pengetahuan yang tinggi dalam
hal keagamaan. Sifat itu diungkapkan dengan terlalu tahu hadis dan
firman dan membaca Qur’an sangatlah fasih. Ketaatan Sultan tidak
diragukan karena tokoh ini memiliki ilmu yang menjadi pegangan
umat Islam, yaitu Al-Qur'an dan hadis. Pada larik yang lain, dia
dinyatakan mendapat hakikat yang amat sempurna. Kata hakikat
bermakna kenyataan yang sebenarnya. Hakikat menjadi tahapan
tertinggi dalam martabat tujuh, suatu pencapaian dalam ketuhanan
Sang Pencipta. Kemahatinggian sifat Sultan Gowa sebagai seorang
pahlawan ini juga diperkuat dalam bait-bait berikut ini.
Daulatnya bukan barang-barang
seperti manikam sudah dikarang
jikalau dihadap segala hulubalang
cahaya durjanya gilang gemilang
Raja berani sangat bertuah
hukumnya adil kalbunya murah
segenap paham zakat dan fitrah
fakir dan miskin sekalian limpah
Sultan di Gowa raja yang sabar
berbuat ibadat terlalu gemar Buku ini tidak diperjualbelikan.
menjauhi nahi mendekatkan amar
kepada pendeta baginda berajat
Di dalam bait tersebut digunakan gaya simile yang memper-
lihatkan kedaulatan Sultan Gowa sebagai raja. Dia diumpamakan
dengan manikam, sejenis permata. Sultan Gowa juga digambarkan
Kolonialisme dan Heroisme ... 39