Page 174 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 174
http://pustaka-indo.blogspot.com
tentang Tuhan yang sepenuhnya bersifat Yahudi. Dalam
perayaan Pantekosta, ketika ratusan orang Yahudi berkumpul
di Yerusalem dari berbagai penjuru diaspora untuk
merayakan pewahyuan Taurat di gunung Sinai, Roh Kudus
turun kepada sahabat-sahabat Yesus. Mereka mendengar
“dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras … dan
26
tampaklah oleh mereka lidah-lidah seperti nyala api”. Roh
Kudus telah mewujudkan dirinya kepada generasi Kristen
Yahudi pertama ini sebagaimana yang telah dilakukannya
kepada orang-orang sezaman mereka, kelompok tannaim.
Segera para murid itu bergegas keluar dan mulai berbicara
kepada kerumunan orang Yahudi, Orang-Orang yang Takut
kepada Allah dari “Mesopotamia, Yudea, dan Kapadokia,
Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-
27
daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene”. Mereka
keheranan, setiap orang mendengar para pengikut itu
berkata-kata dalam bahasa mereka masing-masing. Ketika
Petrus bangkit untuk berkhotbah di hadapan keramaian itu,
dia menyebut fenomena ini sebagai titik terjauh bagi
Yudaisme. Para rasul telah meramalkan suatu hari ketika
Tuhan akan mencurahkan Ruhnya ke atas semua manusia
sehingga kaum wanita dan para budak sekalipun akan
28
memiliki penglihatan dan mendapat mimpi. Hari ini
Kerajaan Mesias ditahbiskan, tatkala Allah akan tinggal di
bumi bersama umatnya. Petrus tidak mengatakan bahwa
Yesus dari Nazareth adalah Tuhan. Dia adalah “seorang
yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu
dengan kekuatan, mukjizat, dan tanda-tanda yang dilakukan
oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu”.
Setelah kematiannya yang tragis, Allah membangkitkannya
untuk hidup kembali dan mengangkatnya ke derajat yang
tinggi “oleh tangan kanan Allah”. Para nabi dan penyusun
Mazmur telah meramalkan kejadian-kejadian ini; sehingga
~167~ (pustaka-indo)

