Page 175 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 175

http://pustaka-indo.blogspot.com
             “seluruh kaum Israel” harus tahu dengan pasti bahwa Yesus
                                                     29
             adalah  Mesias  yang  telah  lama  dinanti  itu.   Khotbah  ini
             tampaknya merupakan pesan (kerygma) Kristen yang paling
             awal.

             Pada  akhir  abad  keempat,  Kristen  menguat  persis  di
             wilayah-wilayah  yang  telah  disebutkan  di  atas  oleh  para
             penulis  Kisah:  ia  berakar  di  kalangan  sinagoga  Yahudi  di
             diaspora dan telah menarik perhatian sejumlah besar Orang
             yang Takut kepada Allah atau para pengikut baru. Yudaisme
             yang telah direformasi oleh Paulus tampak menjawab banyak
             dilema  mereka.  Mereka  juga  “berbicara  dalam  banyak
             bahasa”, tidak memiliki satu suara dan posisi yang koheren.
             Banyak  orang  Yahudi  diaspora  beralih  memandang  Kuil  di
             Yerusalem—yang  memang  telah  banyak  digenangi  darah
             hewan—sebagai  institusi  primitif  dan  barbarik.  Kisah  para
             Rasul mengabadikan sudut pandang ini dalam cerita tentang
             Stefanus,  seorang  Yahudi  Helenistik  yang  beralih  menganut
             sekte Yesus dan dilempari batu sampai mati oleh Sanhedrin,
             Mahkamah Agama Yahudi, karena menghujat. Dalam pidato
             terakhirnya  yang  berapi-api,  Stefanus  mengatakan  bahwa
             Kuil  merupakan  penghinaan  terhadap  hakikat  Allah:  “Yang
             Mahatinggi tidak diam di dalam apa yang dibuat oleh tangan
                      30
             manusia.”     Sebagian   Yahudi   diaspora   mengadopsi
             Yudaisme  Talmudik  yang  dikembangkan  oleh  para  rabi
             setelah  kehancuran  Kuil;  yang  lain  menemukan  bahwa
             Kristen  menjawab  beberapa  pertanyaan  mereka  tentang
             status  Taurat  dan  universalitas  Yudaisme.  Ajaran  ini,  tentu
             saja,  menarik  secara  khusus  bagi  Orang-Orang  yang  Takut
             kepada Allah, yang menjadi anggota penuh Israel Baru tanpa
             beban 613 mitzvot.

             Selama  abad  pertama,  orang  Kristen  terus  berpikir  tentang
             Tuhan  dan  berdoa  kepadanya  seperti  orang-orang  Yahudi;



                            ~168~ (pustaka-indo)
   170   171   172   173   174   175   176   177   178   179   180