Page 176 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 176
http://pustaka-indo.blogspot.com
mereka berbicara seperti para rabi dan gereja-gereja mereka
mirip dengan sinagoga. Pada tahun 80an terjadi perselisihan
tajam dengan orang Yahudi ketika orang Kristen secara
formal dikeluarkan dari sinagoga karena mereka menolak
untuk menaati Taurat. Kita telah menyaksikan bahwa
Yudaisme telah menarik banyak penganut pada dekade awal
abad pertama, tetapi setelah tahun 70, ketika orang Yahudi
bersengketa dengan kekaisaran Romawi, posisi mereka
mengalami kemunduran. Kepindahan Orang-Orang yang
Takut kepada Allah ke Kristen membuat orang Yahudi
menaruh curiga kepada para penganut agama baru, dan
mereka tak lagi berminat untuk pindah agama. Kaum pagan
yang dahulu pernah tertarik pada Yudaisme kini beralih ke
Kristen, tetapi kebanyakan mereka adalah budak dan
anggota kelas masyarakat yang lebih rendah. Baru pada
akhir abad kedua, kaum pagan yang berpendidikan tinggi
menjadi penganut Kristen dan mampu menjelaskan agama
baru itu kepada dunia pagan yang masih menaruh
kecurigaan.
Di kekaisaran Romawi, Kristen pertama sekali dianggap
sebagai cabang dari Yudaisme, tetapi tatkala orang Kristen
memperjelas diri bahwa mereka bukan lagi anggota sinagoga,
mereka dipandang dengan kebencian sebagai religio kaum
fanatik yang telah melakukan dosa besar karena
meninggalkan kepercayaan leluhur. Etos Romawi sangatlah
konservatif: mereka memberikan penghargaan tinggi kepada
autoritas pemimpin keluarga dan adat-istiadat nenek moyang.
Yang dianggap sebagai “kemajuan” adalah langkah kembali
ke zaman keemasan yang telah lampau dan bukan
menyiapkan masa depan yang cerah. Keterputusan dari
masa lalu tidak dianggap sebagai tindakan yang berpotensi
kreatif, seperti dalam masyarakat kita sekarang ini, yang
telah memungkinkan perubahan. Pembaruan dipandang
~169~ (pustaka-indo)

