Page 233 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 233

http://pustaka-indo.blogspot.com
             Agustinus meninggalkan bagi kita warisan yang sulit. Sebuah
             agama  yang  mengajarkan  kaum  pria  dan  wanita  untuk
             memandang  kemanusiaan  mereka  sebagai  sesuatu  yang
             sangat  lemah  secara  kronis,  justru  akan  membuat  mereka
             terasing dari diri sendiri. Keterasingan ini paling nyata terlihat
             dalam  kebencian  terhadap  seksualitas  umumnya  dan  pada
             perendahan  derajat  kaum  wanita  khususnya.  Meskipun
             Kristen yang pada awalnya bersikap cukup positif terhadap
             perempuan,    Barat    telah   mulai   mengembangkan
             kecenderungan misoginistik sejak era Agustinus. Surat-surat
             Jerome penuh dengan penghinaan terhadap perempuan yang
             kadang-kadang terasa mengganggu. Tertullian telah mencela
             wanita  sebagai  iblis  penggoda,  sebuah  bahaya  abadi  bagi
             umat manusia:


                   Apakah  engkau  tidak  tahu  bahwa  masing-masing
                   dirimu  adalah  seorang  Hawa?  Kalimat  Tuhan
                   tentang  jenis  ini  tetap  aktual  pada  masa
                   sekarang:  rasa  bersalah  itu  pun  harus  tetap
                   ada.  Kalian  adalah  gerbang  setan;  kalian
                   adalah  pelanggar  pohon  terlarang  itu;  kalian
                   adalah  pembangkang  pertama  hukum  tuhan;
                   kalian  adalah  penggoda  Adam,  yang  iblis  pun
                   tak  cukup  mampu  untuk  menaklukkannya.  Kalian
                   dengan  sembrono  telah  menghancurkan  manusia,
                   citra  Tuhan.  Akibat  pembangkangan-mu,  bahkan
                   Putra Tuhan pun harus mati. 44
             Agustinus  setuju:  “Apa  bedanya,”  tulisnya  kepada  seorang
             rekan,  “apakah  dia  ada  dalam  wujud  seorang  istri  atau  ibu,
             dia  tetap  saja  hawa  penggoda  yang  membuat  kita  mesti
                                                    45
             waspada  terhadap  setiap  perempuan.”   Sebenarnya,
             Agustinus sangat heran mengapa Tuhan mesti menciptakan
             jenis wanita: bukankah, “seandainya yang dibutuhkan Adam
             adalah teman bercakap-cakap yang baik, akan lebih baik jika
             yang  dirancang  adalah  dua  orang  lelaki  bersama-sama



                            ~226~ (pustaka-indo)
   228   229   230   231   232   233   234   235   236   237   238