Page 276 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 276
http://pustaka-indo.blogspot.com
Islam, setan merupakan karakter yang lebih dapat
dikendalikan dibandingkan dengan di dalam Kristen. Al-
Quran menyatakan kepada kita bahwa setan-setan itu akan
diampuni di Hari Akhir, dan orang Arab sering menggunakan
kata “syaithan” untuk menyebut penggoda manusia atau
godaan yang alamiah. 22
Peristiwa itu bisa memberi indikasi tentang kesulitan yang
tentu dialami oleh Muhammad ketika dia berusaha
menurunkan taraf pesan suci yang tak terlukiskan ke dalam
bahasa manusia: peristiwa itu dikaitkan dengan ayat-ayat Al-
Quran kanonikal yang menyatakan bahwa sebagian besar
nabi-nabi lain juga pernah melakukan kekeliruan ucap yang
serupa ketika menyampaikan pesan ilahi, namun Tuhan selalu
meluruskan kesalahan mereka dan menurunkan wahyu yang
baru dan lebih unggul sebagai penggantinya. Cara pandang
alternatif dan lebih sekular terhadap hal ini adalah dengan
melihat bahwa Muhammad merevisi karyanya di bawah
bimbingan wawasan baru tak ubahnya seperti seorang
pekerja kreatif seni. Sumber-sumber itu menunjukkan bahwa
Muhammad secara mutlak menolak berkompromi dengan
kaum Quraisy dalam soal keberhalaan. Dia adalah seorang
yang pragmatis dan siap membuat konsesi dalam hal-hal
yang dianggapnya tidak esensial. Akan tetapi, setiap kali
kaum Quraisy memintanya untuk mengadopsi solusi yang
memadukan tauhid dengan pemberhalaan, membiarkan
mereka menyembah dewa-dewa leluhur mereka, sementara
dia dan kaum Muslim menyembah Allah saja, Muhammad
dengan keras menolak usulan itu. Seperti yang difirmankan di
dalam Al-Quran: Aku tak akan menyembah apa yang
kalian sembah, dan kalian tak akan menyembah apa
yang aku sembah … bagimu agamamu dan bagiku
agamaku! 23 Kaum Muslim hanya akan tunduk kepada
Allah saja dan tidak akan menyerah kepada objek-objek
~269~ (pustaka-indo)

