Page 428 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 428

http://pustaka-indo.blogspot.com
             beda  sebagai  teofani-teofani  yang  sah.  Jika  Tuhan  agama
             yang lebih dogmatik memilah umat manusia ke dalam kubu-
             kubu  yang  saling  bermusuhan,  Tuhan  kaum  mistik  justru
             menjadi kekuatan pemersatu.

             Benar  bahwa  ajaran  Ibn  Al-Arabi  terlalu  rumit  bagi
             mayoritas umat Muslim, namun tetap menyebar ke kalangan
             yang lebih awam. Selama abad kedua belas dan ketiga belas,
             sufisme  tidak  lagi  menjadi  gerakan  minoritas  tetapi
             mendominasi warna Islam di banyak bagian wilayah Muslim.
             Inilah  periode  ketika  berbagai  aliran  sufi  atau  thariqah
             didirikan,  masing-masing  dengan  tafsiran  khasnya  tentang
             kepercayaan  mistikal.  Syaikh  sufi  memiliki  pengaruh  yang
             besar  di  kalangan  publik  dan  dihormati  sebagai  orang  suci
             dalam  cara  yang  hampir  sama  seperti  imam  kaum  Syiah.
             Saat itu merupakan periode pergolakan politik: kekhalifahan
             Bagdad  sedang  mengalami  disintegrasi,  dan  gerombolan
             orang Mongol menaklukkan satu per satu kota-kota Muslim.
             Orang-orang  menginginkan  Tuhan  lebih  dekat  dan  simpatik
             daripada  Tuhan  kaum  filosof  yang  jauh  atau  Tuhan  para
             ulama yang legalistik. Praktik dzikir kaum sufi, pengucapan
             nama-nama  Tuhan  sebagai  mantra  untuk  mencapai  ekstasi,
             menyebar  ke  luar  lingkaran  tarekat.  Latihan  konsentrasi
             kaum sufi, dengan teknik pernapasan dan postur yang diatur
             secara  cermat,  membantu  orang  untuk  mengalami  rasa
             kehadiran  yang  transenden  di  dalam  batin.  Tidak  semua
             orang  mampu  mencapai  keadaan  mistikal  yang  lebih  tinggi,
             namun  latihan-latihan  spiritual  ini  sungguh-sungguh  telah
             membantu  banyak  orang  untuk  menepiskan  ajaran  yang
             simplistik  dan  antropomorfis  tentang  Tuhan  dan  merasakan
             kehadirannya di dalam diri. Beberapa tarekat menggunakan
             musik dan tarian untuk meningkatkan konsentrasi, dan para
             pir (guru) sufi menjadi pahlawan bagi orang banyak.





                            ~421~ (pustaka-indo)
   423   424   425   426   427   428   429   430   431   432   433