Page 489 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 489

http://pustaka-indo.blogspot.com
                                                              17
                   belum cukup. Engkau sendiri mengakuinya.”
             Banyak  orang  Kristen—Katolik  maupun  Protestan—pada
             masa  sekarang  masih  merasakan  gejala  seperti  ini,  yang
             tidak  bisa  dihilangkan  sepenuhnya  oleh  Reformasi.  Tuhan
             dalam  konsepsi  Luther  dicirikan  oleh  kemurkaan.  Tak  ada
             pendeta,  nabi,  atau  pemazmur  yang  mampu  menanggung
             kemurkaan    Tuhan.   Tak    ada   gunanya    mencoba
             “mengusahakan yang terbaik”. Karena Tuhan itu abadi dan
             mahakuasa, maka “kemurkaan dan kemarahannya terhadap
             pendosa  yang  memperturutkan  hawa  nafsunya  juga  tak
                                     18
             terukur  dan  tak  terbatas”.   Kehendaknya  sudah  menjadi
             takdir.  Kepatuhan  pada  hukum  Tuhan  atau  aturan-aturan
             ordo  keagamaan  tidak  bisa  menyelamatkan  kita.  Bahkan,
             hukum itu hanya dapat menimbulkan rasa bersalah dan teror,
             karena  memperlihatkan  ketidaklayakan  kita.  Alih-alih
             membawa      pesan   tentang   harapan,   hukum     itu
             mengungkapkan “kemurkaan Tuhan, dosa, kematian, kutukan
             dalam tatapan Tuhan”. 19

             Terobosan  pribadi  Luther  muncul  ketika  dia  merumuskan
             doktrinnya   tentang   justifikasi.   Manusia   tidak   bisa
             menyelamatkan dirinya sendiri. Tuhanlah yang menyediakan
             segala  yang  dibutuhkan  untuk  “justifikasi”—pemulihan
             hubungan  antara  si  pendosa  dan  Tuhan.  Tuhan  aktif
             sedangkan  manusia  pasif.  “Amal  baik”  dan  ketaatan  kita
             pada  hukum  bukanlah  penyebab  dari  justifikasi  kita,  tetapi
             hanya merupakan hasilnya. Kita mampu menunaikan ajaran
             agama hanya karena Tuhan telah mtenolong kita. Inilah apa
             yang  dimaksud  Paulus  dengan  frase  “justifikasi  oleh
             keimanan”. Tidak ada yang baru dalam teori Luther: Ini telah
             menjadi  pandangan  umum  di  Eropa  sejak  permulaan  abad
             keempat  belas.  Namun,  begitu  Luther  memahaminya  dan
             menjadikannya  sebagai  pandangannya  sendiri,  dia  merasa



                            ~482~ (pustaka-indo)
   484   485   486   487   488   489   490   491   492   493   494