Page 495 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 495

http://pustaka-indo.blogspot.com
             perhatian  utamanya  adalah  pada  aspek-aspek  sosial, politik,
             dan  ekonomi  dari  agama.  Dia  ingin  kembali  kepada
             keberagamaan  yang  sederhana  dan  skriptural,  tetapi
             menganut  doktrin  Trinitas  meski  dengan  asal  usul
             terminologisnya yang tidak biblikal. Seperti yang ditulisnya di
             dalam The Institutes of the Christian Religion, Tuhan telah
             menyatakan  bahwa  dia  itu  Satu,  tetapi  “dengan  jelas
             menempatkan  ini  di  hadapan  kita  dalam  wujud  tiga
                     31
             pribadi”.   Pada  tahun  1553,  Calvin  telah  mengakibatkan
             teolog  Spanyol  Michael  Servetus  dihukum  mati  karena
             penolakannya  terhadap  Trinitas.  Servetus  lari  dari  Spanyol
             yang  Katolik  dan  mencari  perlindungan  di  Jenewa,  kotanya
             Calvin. Dia mengklaim telah kembali kepada keimanan para
             rasul dan Bapa gereja perdana yang tak pernah mendengar
             doktrin Trinitas yang asing ini. Servetus berpendapat bahwa
             tak  ada  sesuatu  pun  dalam  Perjanjian  Baru  yang
             bertentangan dengan monoteisme murni dari kitab-kitab suci
             Yahudi.  Doktrin  Trinitas  adalah  buatan  manusia  yang  telah
             “mengasingkan  pikiran  manusia  dari  pengetahuan  tentang
             Kristus  yang  sejati  dan  menghadirkan  kepada  kita  konsep
                                 32
             ketritunggalan Tuhan”.  Keyakinan ini juga dianut oleh dua
             Reformis Italia—Giorgio Blandrata (1515-1588) dan Faustus
             Socinus  (1539-1604)—yang  pindah  ke  Jenewa,  tetapi
             mendapatkan  bahwa  teologi  mereka  terlalu  radikal  bagi
             Reformasi  Swiss.  Mereka  bahkan  tidak  menganut
             pandangan  Barat  tradisional  tentang  penebusan  dosa.
             Mereka  tidak  percaya  bahwa  manusia  diselamatkan  oleh
             kematian  Kristus,  tetapi  hanya  oleh  “keimanan”  atau
             kepercayaan mereka kepada Tuhan. Dalam bukunya Christ
             the  Savior,  Socinus  menolak  apa  yang  disebut  dengan
             ortodoksi  Nicaea:  istilah  “Anak  Tuhan”  bukan  merupakan
             pernyataan  tentang  keilahian  Yesus,  melainkan  sekadar
             memaksudkan bahwa dia dicintai secara khusus oleh Tuhan.
             Dia tidak mati demi menebus dosa-dosa kita, tetapi hanyalah


                            ~488~ (pustaka-indo)
   490   491   492   493   494   495   496   497   498   499   500