Page 535 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 535

http://pustaka-indo.blogspot.com
             spiritual:  doktrin  ini  terlambat  masuk  ke  dalam  Yudaisme
             maupun Kristen dan senantiasa agak problematik. Kini, sains
             baru telah menempatkan penciptaan ke tengah panggung dan
             memberikan  pemahaman  harfiah  dan  mekanis  atas  doktrin
             yang krusial bagi konsepsi tentang Tuhan itu. Ketika orang-
             orang zaman sekarang mengingkari eksistensi Tuhan, Tuhan
             dalam  konsepsi  inilah  yang  mereka  tolak:  Tuhan  sebagai
             sumber  asal  dan  penyelenggara  alam  yang  tak  lagi  bisa
             diakomodasi oleh para ilmuwan.

             Newton  sendiri  terpaksa  bersandar  pada  beberapa  solusi
             mencengangkan  demi  menemukan  ruang  untuk  Tuhan  di
             dalam sistemnya, yang dari kodratnya sendiri harus bersifat
             komprehensif. Jika ruang tak bisa berubah dan tidak terbatas
             —dua  ciri  utama  sistem  itu—di  mana  tempat  Tuhan  di
             dalamnya?  Tidakkah  ruang  itu  sendiri  jadi  agak  bersifat
             ilahiah   karena   memiliki   sifat-sifat   keabadian   dan
             ketakterbatasan? Ataukah ia merupakan entitas ilahi kedua,
             yang  telah  ada  bersama  Tuhan  sebelum  berlangsungnya
             waktu? Newton selalu menaruh perhatian terhadap problem
             ini.  Dalam  esai  awalnya De  Gravitatione  et  Aequipondio
             Fluidorum,  Newton  kembali  kepada  doktrin  emanasi
             Platonik kuno. Karena Tuhan tidak terbatas, dia pasti ada di
             mana-mana.  Ruang  merupakan  akibat  dari  keberadaan
             Tuhan, beremanasi secara abadi dari kemahahadiran Tuhan.
             Ruang tidak diciptakan secara sengaja oleh Tuhan, tetapi ada
             sebagai akibat wajib atau perluasan dari wujudnya yang ada
             di  mana-mana.  Demikian  pula,  karena  Tuhan  itu  abadi,  dia
             menjadi sumber emanasi waktu. Oleh karena itu, kita dapat
             mengatakan bahwa Tuhan mengisi ruang dan waktu tempat
             kita  hidup,  bergerak,  dan  berwujud.  Sebaliknya,  materi
             diciptakan dengan sengaja oleh Tuhan pada hari penciptaan.
             Orang  mungkin  saja  menyatakan  bahwa  Tuhan  telah
             memutuskan  untuk  menganugerahkan  bentuk,  kepadatan,




                            ~528~ (pustaka-indo)
   530   531   532   533   534   535   536   537   538   539   540