Page 537 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 537
http://pustaka-indo.blogspot.com
Tuhan. Satu-satunya perintah adalah mencintai Tuhan dan
mencintai tetangga. Manusia diperintahkan untuk
berkontemplasi tentang Alam, satu-satunya kuil bagi Tuhan
yang agung. Generasi-generasi berikutnya telah merusak
agama murni ini, dengan cerita-cerita tentang mukjizat dan
dongeng-dongeng. Sebagian di antara mereka terpuruk
kembali ke dalam penyembahan berhala dan takhayul.
Namun, Tuhan telah mengirimkan nabi-nabi untuk
meluruskan jalan mereka. Pythagoras telah mempelajari
agama ini dan membawanya ke Barat. Yesus adalah salah
seorang di antara para nabi itu yang diutus untuk
menyerukan manusia agar kembali kepada kebenaran, tetapi
agama murni Yesus telah dirusak oleh Athanasius dan
kelompoknya. Kitab Wahyu telah meramalkan bangkitnya
Trinitarianisme ini —“agama asing dari Barat,” “kultus
terhadap tiga Tuhan yang setara”—sebagai pembinasa
keji. 15
Kristen Barat selalu memandang Trinitas sebagai sebuah
doktrin yang pelik, dan rasionalisme baru mereka membuat
para filosof dan ilmuwan era Pencerahan berkeinginan untuk
membuangnya. Newton jelas tidak memiliki pemahaman
tentang peran misteri dalam kehidupan keagamaan. Orang
Yunani telah menggunakan Trinitas sebagai sarana untuk
mempertahankan agar pikiran tetap berada dalam keadaan
takjub dan sebagai pengingat bahwa akal manusia takkan
pernah dapat memahami hakikat Tuhan. Akan tetapi, bagi
seorang ilmuwan semacam Newton, sangatlah sulit untuk
menanamkan sikap seperti itu. Dalam sains, orang belajar
bahwa mereka harus siap untuk meninggalkan masa lalu dan
memulai lagi dari prinsip-prinsip pertama demi menemukan
kebenaran. Namun, agama, seperti halnya seni, sering
mengandung dialog dengan masa lalu untuk mendapatkan
sebuah perspektif dalam memandang masa sekarang. Tradisi
~530~ (pustaka-indo)

