Page 547 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 547
http://pustaka-indo.blogspot.com
memaafkan atau mengakuinya! Mudah-mudahan
murka dan kebencian Tuhan berkobar kepada
orang ini mulai dari sekarang, menimpakan
kepadanya semua kutukan yang tertulis di
dalam kitab suci, dan menghapuskan namanya
23
dari bawah langit.
Sejak saat itu, Spinoza tidak lagi menjadi anggota komunitas
religius mana pun di Eropa. Dengan demikian, dia menjadi
prototipe pandangan yang autonom dan sekular yang
kemudian berkembang di Barat. Pada awal abad kedua
puluh, banyak orang yang menyebut Spinoza sebagai
pahlawan modernitas, merasakan ikatan kesamaan dengan
pengusiran simboliknya, keterasingan dan pencariannya akan
penyelamatan sekular.
Spinoza telah dianggap sebagai seorang ateis tetapi dia masih
beriman kepada Tuhan, walaupun bukan Tuhan sebagaimana
dikonsepsikan oleh Alkitab. Seperti halnya para faylasuf, dia
memandang agama wahyu lebih rendah atau inferior
dibandingkan pengetahuan ilmiah para filosof tentang Tuhan.
Hakikat keyakinan beragama telah disalahpahami, demikian
dikemukakannya di dalam A Theologico-Political Treatise.
Agama telah menjadi “sekadar kumpulan keyakinan sesaat
dan sarat dengan praduga”, sebuah “jaringan misteri tak
24
bermakna”. Dia secara kritis menelaah sejarah Alkitab.
Orang Israel menyebut setiap fenomena yang tak mereka
pahami sebagai “Tuhan”. Nabi-nabi, misalnya, dikatakan
telah mendapat ilham dari Ruh Tuhan hanya karena mereka
adalah manusia yang memiliki kecerdasan dan kesucian luar
biasa. Namun, bentuk “ilham” ini tidak terbatas bagi
sekelompok elit saja melainkan bagi setiap orang melalui akal
alamiah: ritus dan simbol-simbol agama hanya untuk
membantu orang awam yang tidak mampu mencapai
pemikiran rasional ilmiah.
~540~ (pustaka-indo)

