Page 628 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 628
http://pustaka-indo.blogspot.com
dengan identitas dan integritasnya sendiri perlahan-lahan
diubah menjadi blok negara-negara tak mandiri yang
merupakan salinan tak layak dari dunia asing. Inovasi
senantiasa merupakan esensi proses modernisasi di Eropa
dan Amerika, modernisasi tidak bisa dicapai dengan cara
meniru. Para antropolog masa kini yang meneliti berbagai
negara atau kota yang termodernisasi di dunia Arab, seperti
Kairo mengemukakan bahwa arsitektur dan perencanaan
kotanya lebih mencerminkan dominasi daripada kemajuan. 23
Di sisi lain, orang Eropa mulai yakin bahwa kebudayaan
mereka telah senantiasa lebih unggul dan bahkan mereka
selalu berada di baris terdepan kemajuan. Mereka
memperlihatkan ketidaktahuan tentang sejarah dunia. Orang
India, Mesir, dan Siria mengalami Westernisasi demi
kepentingan mereka. Perilaku kolonial diungkapkan oleh
Evelyn Baring, Lord Cromer, konsul jenderal di Mesir dari
1883 hingga 1907:
Sir Alfred Lyall pernah berkata kepada saya:
“Akurasi dibenci oleh pikiran Orang Timur.
Setiap keturunan Anglo-Indian harus selalu
mengingat peribahasa itu.” Keinginan akan
akurasi, yang gampang jatuh menjadi
ketidakjujuran, pada kenyataannya merupakan
ciri utama pikiran Orang Timur. Orang Eropa
adalah penalar yang utuh; pernyataannya
tentang fakta bebas dari ambiguitas; logis
secara alamiah, meskipun tidak belajar
logika; skeptik secara alamiah dan
membutuhkan bukti sebelum bisa menerima
kebenaran suatu proposisi; akalnya yang
terlatih bekerja bagaikan mesin. Pikiran
Orang Timur, di sisi lain, seperti lorong-
lorongnya yang indah, sangat mementingkan
simetri. Penalarannya merupakan deskripsi
yang semrawut. Meskipun orang Arab kuno
~621~ (pustaka-indo)

