Page 633 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 633

http://pustaka-indo.blogspot.com
             Al-Afghani  lebih  merupakan  seorang  aktivis  daripada
             seorang filosof. Oleh karena itu, kita tidak bisa menghakimi
             karier  dan  keyakinannya  hanya  melalui  satu  karyanya  ini
             saja.  Namun  demikian,  penggambaran  Islam  dalam  cara
             yang diperkirakan cocok dengan apa yang dipersepsi sebagai
             cita-cita Barat menunjukkan tumbuhnya kekurangpercayaan
             diri  baru  di  Dunia  Islam  yang  tak  lama  kemudian  menjadi
             sangat destruktif.

             Muhammad  Abduh  (1849-1905),  murid  Al-Afghani  dari
             Mesir, memiliki pendekatan yang berbeda. Dia memutuskan
             untuk  memusatkan  aktivitasnya  di  Mesir  saja  dan  berfokus
             pada  pendidikan  intelektual  kaum  Muslim  di  sana.  Dia
             dibesarkan  di  lingkungan  Islam  tradisional  di  bawah
             bimbingan sufi Syaikh Darwis, yang mengajarkan kepadanya
             bahwa  sains  dan  filsafat  merupakan  dua  jalan  yang  paling
             aman menuju pengetahuan tentang Tuhan. Akibatnya ketika
             Abduh  mulai  belajar  di  Masjid  Al-Azhar  yang  pretisius  di
             Kairo,  dia  dikecewakan  oleh  silabusnya  yang  ketinggalan
             zaman.  Akan  tetapi,  dia  tertarik  pada  Al-Afghani,  yang
             membimbingnya dalam logika, teologi, astronomi, fisika, dan
             mistisisme. Sebagian orang Kristen di Barat merasa bahwa
             sains  adalah  musuh  iman,  tetapi  kaum  mistik  Muslim  justru
             sering  memakai  matematika  dan  sains  sebagai  alat  bantu
             kontemplasi.  Kaum  Muslim  sekte  mistik  Syiah  masa  kini
             yang lebih radikal, seperti Druze dan Alawi, sangat tertarik
             pada  sains  modern.  Di  Dunia  Islam  banyak  yang  jemu
             terhadap  politik  Barat,  tetapi  hanya  sedikit  yang  melihat
             adanya  masalah  dalam  mempertemukan  keimanan  mereka
             dengan sains Barat.

             Semangat  Abduh  terbakar  oleh  kontaknya  dengan
             kebudayaan  Barat.  Dia  secara  khusus  dipengaruhi  oleh
             Comte,  Tolstoy  dan  Herbert  Spencer,  yang  menjadi  teman




                            ~626~ (pustaka-indo)
   628   629   630   631   632   633   634   635   636   637   638