Page 637 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 637
http://pustaka-indo.blogspot.com
memperlihatkan bahwa kemajuan bergantung pada
sekelompok elit, yang mampu melihat jauh melampaui masa
kini dan membawa manusia menuju masa depan. Pada
akhirnya setiap orang akan mencapai kesempurnaan
individualitasnya di dalam Tuhan. Pandangan Iqbal tentang
peranan Islam bersifat parsial, tetapi lebih canggih daripada
usaha-usaha Barat yang masih berlangsung hingga saat ini
untuk memajukan Kristen dengan cara menjatuhkan Islam.
Keraguannya terhadap Manusia Super agaknya dijustifikasi
oleh berbagai peristiwa di Jerman selama tahun-tahun
terakhir masa hidupnya.
Pada masa-masa itu, kaum Muslim Arab di Timur Tengah
tidak begitu yakin tentang kemampuan mereka menghadapi
ancaman Barat. Tahun 1920, ketika Inggris dan Prancis
bergerak masuk ke Timur Tengah, disebut sebagai ‘âmal-
nahbah, Tahun Bencana—istilah yang mengandung konotasi
musibah kosmik. Orang Arab mengharapkan kebebasan
setelah jatuhnya kerajaan Usmani, dan dominasi baru ini
seakan-akan membuat mereka tidak pernah bisa menentukan
nasib sendiri: bahkan muncul rumor bahwa Inggris akan
menyerahkan Palestina ke tangan kaum Zionis, seolah-olah
penduduk Arab tidak pernah ada. Rasa malu dan terhina
menjadi akut. Sarjana Kanada, Wilfred Cantwell Smith
mengemukakan bahwa keadaan ini diperburuk oleh
kenangan mereka terhadap kejayaan masa silam: “Yang
terdapat di dalam jurang yang memisahkan antara [Arab
modern] dengan, misalnya, Amerika modern adalah
perbedaan besar antara masyarakat dengan kenangan akan
27
kejayaan masa lalu dan kejayaan masa kini.” Hal ini
memiliki implikasi keagamaan yang serius. Kristen
merupakan agama yang sarat dengan penderitaan dan
kesengsaraan dan, setidaknya di Barat, dianggap paling
autentik di masa-masa sulit: tidaklah mudah untuk
~630~ (pustaka-indo)

