Page 636 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 636
http://pustaka-indo.blogspot.com
(yang menurut Iqbal disebabkan pengaruh kebudayaan
Persia) kaum Muslim India harus dihilangkan. Prinsip ijtihad
Islam mesti mendorong mereka untuk bersikap terbuka
terhadap gagasan-gagasan baru: Al-Quran sendiri menuntut
pembaruan dan perbaikan diri terus-menerus. Sebagaimana
Al-Afghani dan Abduh, Iqbal mencoba memperlihatkan
bahwa perilaku empirik, yang merupakan kunci kemajuan,
berasal dari Islam dan menyeberang ke Barat melalui sains
dan matematika kaum Muslim Abad Pertengahan. Sebelum
kedatangan agamaagama besar dunia selama Zaman Kapak,
kemajuan manusia tidak berarah, amat bergantung pada
individuindividu yang berbakat dan inspiratif. Kenabian
Muhammad merupakan puncak upaya intuitif ini dan
membuat tak diperlukannya lagi wahyu baru. Sejak saat itu,
manusia bisa bersandar pada akal dan sains.
Sayangnya individualisme telah menjadi bentuk keberhalaan
baru di Barat, sebab ia telah menjadi satusatunya tujuan.
Orang-orang telah lupa bahwa semua individualitas sejati
berasal dari Tuhan. Seorang yang jenius bisa menjadi
berbahaya jika secara mutlak dibiarkan lepas kenda
li. Manusia Super yang menganggap diri sendiri sebagai
Tuhan, seperti yang diketengahkan Nietzsche, merupakan
prospek yang mengerikan: orang membutuhkan aturan yang
melampaui pengetahuan dan dugaan saat ini. Adalah misi
Islam untuk menyelamatkan individualisme sejati dari
penyimpangan Barat terhadap cita-cita itu. Mereka memiliki
figur ideal sufi tentang Manusia Sempurna, puncak
penciptaan dan tujuan eksistensinya. Berbeda dengan
Manusia Super yang memandang dirinya sebagai Tuhan dan
meremehkan manusia lain, Manusia Sempurna dicirikan oleh
ketundukan totalnya terhadap Yang Mutlak dan
pemihakannya pada orang banyak. Keadaan dunia saat ini
~629~ (pustaka-indo)

