Page 631 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 631

http://pustaka-indo.blogspot.com
             menimbulkan penolakan terhadap Tuhan. Di Turki, penutupan
             madrasah  tak  pelak  lagi  menjatuhkan  autoritas  ulama.  Ini
             berarti kalangan yang lebih terdidik, cerdas, dan bertanggung
             jawab  dalam  Islam  makin  menipis;  satusatunya  bentuk
             agama yang tersisa adalah sufisme bawah tanah.

             Kaum  pembaru  lain  yakin  bahwa  pengekangan  paksa  itu
             bukanlah jawaban. Islam berkembang karena adanya kontak
             dengan  peradaban  lain,  dan  mereka  percaya  bahwa  agama
             penting  bagi  pembaruan  masyarakat  yang  lebih  mendalam
             dan  langgeng.  Tak  sedikit  yang  perlu  diubah;  banyak  yang
             cenderung  melihat  ke  belakang;  takhayul  dan  kebodohan
             merajalela. Namun, Islam juga telah membantu orang untuk
             menumbuhkan  pemahaman  yang  serius:  seandainya  Islam
             dibiarkan  sakit,  kondisi  spiritual  umat  Muslim  seluruh  dunia
             juga akan memburuk. Kaum pembaru tidak memusuhi Barat.
             Banyak  yang  merasa  tidak  asing  dengan  cita-cita  Barat
             dalam  hal  persamaan,  kebebasan,  dan  persaudaraan,  sebab
             Islam  juga  memiliki  nilai-nilai  Yudeo-Kristen  yang  telah
             memberi  pengaruh  besar  di  Eropa  dan  Amerika  Serikat.
             Modernisasi  masyarakat  Barat—dalam  beberapa  aspek—
             telah  menciptakan  bentuk  kesetaraan  baru,  dan  kaum
             pembaru  menyatakan  kepada  umat  Islam  bahwa  orang-
             orang Kristen ini tampaknya menjalani kehidupan yang lebih
             Islami  daripada  umat  Muslim  sendiri.  Ada  antusiasme  dan
             kegairahan baru dalam perjumpaan dengan Eropa ini. Orang-
             orang  Muslim  yang  lebih  makmur  mendapat  pendidikan
             mereka di Eropa, menyerap filsafat, sastra dan cita-citanya.
             Mereka  kembali  ke  tanah  air  masing-masing  dengan
             keinginan  kuat  untuk  membagi  apa  yang  telah  mereka
             pelajari.  Pada  awal  abad  kedua  puluh  hampir  setiap
             intelektual Muslim merupakan pengagum fanatik Barat.

             Semua  pembaru  mempunyai  kecenderungan  intelektual,




                            ~624~ (pustaka-indo)
   626   627   628   629   630   631   632   633   634   635   636