Page 153 - Pendidikan Rusak-Rusakan (Darmaningtyas)
P. 153
memiliki bayangan kapan proses marjinalisasi yang mereka alami
sekarang itu akan berakhir. Tidak seorang pun dapat menjawab-
nya, kecuali para guru sendiri dengan satu syarat kalau mereka
berani menutut perbaikan tersebut, baik kepada pemerintah
maupun pengusaha sekolah.
3. Produk Orde Baru
Sejak kapan terjadi marjinalisasi peran guru dalam pemba-
ngunan nasional?
Tanpa bermaksud mendiskreditkan salah satu rezim, kalau
kita coba buka-buka dokumen yang ada, maka jelas sekali bahwa
marjinalisasi peran guru secara sistematis itu terjadi sejak Orde
Baru. Dengan kata lain, marjinalisasi peran profesi guru dalam
pembangunan itu adalah produk anak kandung Orde Baru, baik
itu by design (secara sengaja) maupun by product (hasilnya demi-
kian, meskipun tidak didesain begitu). Yang by design itu jelas
terlihat melalui penyeragaman pakaian dinas, penataran-pena-
taran atau indoktrinasi, keharusan hanya ada satu organisasi
guru, memperkuat fungsi pengawas pendidikan, serta kurikulum
yang dirancang secara sentralistik dan sistem penggajian guru
yang rendah. Sedangkan yang by product adalah menjadikan
guru sebagai calo produk-produk industri (percetakan, penerbit-
an, tekstil, pariwisata, sepatu, dan lain-lain) dengan iming-iming
akan diperolehnya komisi yang cukup besar sehingga akhirnya
menjadikan status sosial guru menjadi merosot. Merosotnya sta-
tus sosial guru itu akibat dari:
Pertama, fungsi guru yang telah bergeser menjadi seorang
komandan dan hakim yang kejam, sehingga penghargaan mu-
rid dan masyarakat terhadap guru pun bergeser. Dulu seorang
guru dihormati karena ajaran, sikap, dan perilakunya, tetapi
sekarang semuanya itu hanya semu, hanya terjadi di sekolah
saja, sedangkan di rumah atau dalam alam pergaulan sehari-
hari amat berbeda. Yang ditampilkan guru dalam pergaulan sosial
kontradiksi dengan yang diamanatkan di sekolah.

