Page 21 - Pendidikan Rusak-Rusakan (Darmaningtyas)
P. 21
kemudian duduk di jabatan struktural. Mereka umumnya
berasal dari guru-guru sekolah negeri terbaik di daerah masing-
masing. Mereka tidak begitu mengenal keberadaan sekolah-
sekolah swasta kecil tempat anak-anak golongan miskin belajar
ala kadarnya. Tidak adanya kepekaan pengambil kebijakan
terhadap keberadaan sekolah-sekolah swasta kecil di pinggiran
kota atau pedesaan itu menyebabkan nasib sekolah-sekolah kecil
makin merana; mereka hidup sepenuhnya dari uang sekolah
murid yang notabene kemampuan membayarnya amat rendah
dan sering terlambat. Di lain pihak, sekolah-sekolah negeri favo-
rit, selain yang masuk ke sana orang-orang yang berkecukup-
an, bantuan dari pemerintah juga membludak.
Para pengambil kebijakan di lingkungan Departemen Pen-
didikan Nasional seharusnya memiliki wawasan yang luas me-
ngenai keberadaan sekolah-sekolah di Indonesia, sehingga mere-
ka tidak hanya mendukung sekolah-sekolah negeri saja, tapi juga
sekolah-sekolah swasta kecil. Diskriminasi dalam penganggaran
antara sekolah negeri dan swasta perlu dihapuskan, agar pening-
katan anggaran pendidikan dapat dirasakan oleh segenap lapisan
masyarakat, terutama masyarakat miskin, mengingat mayoritas
masyarakat miskin bersekolah di sekolah-sekolah swasta, ter-
utama sekolah-sekolah swasta kecil yang berlokasi di pinggiran
kota, di lingkungan kumuh, atau bahkan di pedesaan. Per-
kecualian khusus untuk sekolah-sekolah swasta yang kaya, yang
kriterianya telah ditentukan oleh DPN. Tapi kalau bicara soal
hak, sekolah-sekolah swasta kaya itu pun berhak atas bantuan
dari pemerintah, karena sangat mungkin mereka yang bersekolah
di sana adalah anak-anak dari warga pembayar pajak setia pada
negeri ini. Bila kewajiban mereka sebagai warga telah mereka
jalankan dengan patuh membayar pajak, selayaknya hak atas
pelayanan pendidikan yang baik pun berhak untuk mereka
dapatkan, meskipun mereka memilih bersekolah di swasta.
Diskriminasi dalam perencanaan dan penganggaran justru
dapat memperlebar disparitas mutu antara sekolah negeri
dengan sekolah swasta, atau antara negeri favorit dengan negeri

