Page 25 - Pendidikan Rusak-Rusakan (Darmaningtyas)
P. 25
pedesaan atau terisolasi, kehadiran sekolah-sekolah swasta itu
jauh dari praktik bisnis. Bahkan yang terjadi, pendiri atau penge-
lola tombok uang dan tenaga. Mereka mendirikan sekolah sung-
guh-sungguh hanya dimaksudkan untuk membantu masyarakat
mengakses pendidikan yang mereka perlukan. Kita tidak menu-
tup mata bahwa ada praktik-praktik culas dari para pengelola
pendidikan dalam bentuk mencari keuntungan dari pendirian
sekolah. Bahkan, membangun kerajaan bagi keluarga atau sanak
saudara atau juga korp. Tapi bila dibandingkan dengan mereka
yang bekerja secara tulus, maka persentasenya lebih kecil. Tetap
masih lebih banyak yang mendirikan sekolah karena semangat
pengabdian belaka.
Kemampuan perencanaan yang matang, termasuk dalam
bentuk meningkatkan kapasitas sekolah-sekolah swasta untuk
memperbesar daya tampung, jauh lebih efisien bila dibandingkan
dengan mendirikan unit sekolah baru yang masih menuntut in-
vestasi tanah dan bangunan serba baru. Memang, pilihan pada
efisiensi ini tidak melahirkan proyek baru bagi birokrat pendi-
dikan sehingga kurang menarik perhatian. Tapi, kalau mau mem-
perbaiki pendidikan nasional dalam kondisi anggaran yang ma-
sih terbatas, prinsip efisiensi itu penting untuk dipertimbang-
kan. Dan inefisiensi yang begitu besar itulah yang menjadi perso-
alan pendidikan nasional. Anggaran memang menjadi masalah
besar, tapi bukan masalah utama.

