Page 23 - Pendidikan Rusak-Rusakan (Darmaningtyas)
P. 23

SD,  kemudian  SMP,  dan  terbesar  ada  di  SMTA.  Sehingga,  bila
             masalah  honor  guru  honorer  itu  tidak  dipecahkan  oleh  peme-
             rintah,  maka  Departemen  Pendidikan  Nasional  sebetulnya  dosa
             besar,  karena  tidak  peduli  pada  mereka  yang  telah  berjuang
             mencerdaskan   masyarakat.  Saatnya  perlu  dipikirkan  agar  para
             guru  honorer  itu  turut  menikmati  peningkatan  anggaran  pendi-
             dikan di Indonesia, sehingga  tidak hanya  menjadi penonton yang
             ngiler saja:  melihat  uang  banyak  tapi  tidak  pernah  turut  merasa-
             kan  enaknya!
                  Ironis  sekali,  bila  pemerintah  membuang  tanggung  jawab
             pada sekolah swasta dan guru honorer dengan dalih bahwa sum-
             ber  pembiayaan  sekolah  swasta  itu  adalah  masyarakat,  sehingga
             semua  bantuan  dari  pemerintah,  termasuk  bantuan  guru  negeri
             yang  dipekerjakan  (Guru  DPK),   pun  dihentikan.  Penghentian
             bantuan Guru   DPK  itu jelas mencerminkan rendahnya pemaham-
             an  masalah sekaligus tanggung jawab pemerintah terhadap seko-
             lah  swasta.  Kebijakan  penghentian  Guru  DPK  itu  muncul  sejak
             Menteri  Pendidikan   dan  Kebudayaan    dijabat  oleh  Wardiman
             Djojonegoro.

                  Pemerintah  selayaknya  berterima kasih sekali  kepada  seko-
             lah-sekolah  swasta  yang  telah  turut  meringankan  beban  peme-
             rintah  dalam  mencerdaskan   masyarakat.  Sebab,  bila  tidak  ada
             partisipasi  masyarakat  yang  mendirikan sekolah-sekolah  swasta,
             maka jumlah   orang yang terdidik di  negeri  ini  belum  tentu  sebe-
             sar  sekarang.  Memang,  tujuan  mendirikan  sekolah  swasta  itu
             beragam:  dari  kebutuhan  praktis  untuk  menampung  anak-anak
             usia  sekolah yang ingin  bersekolah  sampai  pada perjuangan  ide-
             ologi  atau  agama.  Sekolah-sekolah  swasta  di  bawah  yayasan
             keagamaan,   bagaimanapun,    tidak  lepas  dari  misi  agama  yang
             diembannya.   Meskipun   demikian,  kalau  di  sekolah  itu  banyak
             warga  negara  yang  masuk  ke  sana,  pemerintah  wajib  memfasili-
             tasinya.

                  Setelah  pemerintah  memiliki  kemampuan     untuk  mening-
             katkan  anggaran  pendidikan,  hendaknya  tanggung jawab   terha-
             dap sekolah swasta  itu  ditingkatkan, sehingga beban  masyarakat
   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28