Page 220 - Pendidikan Rusak-Rusakan (Darmaningtyas)
P. 220
untuk program Diploma III saja, tapi juga program Sarjana dan
Pascasarjana. Tapi perlu diakui secara jujur, bahwa program
ekstensi di PTN-PTN terkemuka, seperti UI, UGM, IPB, dan
ITB memang berkembang lebih pesat, karena ada keuntungan
yang ditawarkan baik kepada masyarakat maupun dosen. Obsesi
masyarakat untuk dapat kuliah di PTN terkemuka tercapai,
meskipun dulu mungkin tidak lulus Sipenmaru. Sebaliknya,
dosen juga memiliki obyekan mengajar yang lebih banyak. Karena
bayaran mengajar di program ekstensi ini lebih banyak, maka
tak jarang dosen-dosen yang bagus lebih terkonsentrasi mengajar
di program ekstensi, edangkan yang mengajar di program regu-
s
ler diberikan kepada asistennya. Mahasiswa reguler sering se-
ring complain atas perlakuan tidak adil dari dosen mereka. Tapi
complain itu tidak otomatis akan direspons secara positif oleh
para dosen; para dosen tetap saja lebih terkonsentrasi mengajar
di program ekstensi. Program ekstensi ini sekarang malah ber-
kembang lebih cepat karena terbagi reguler dan eksekutif. Mere-
ka yang mengikuti program ekstensi eksekutif, uang kuliahnya
jelas jauh lebih mahal daripada yang ekstensi reguler, tapi jenis
pelayanannya juga auh lebih baik, karena misalnya, kuliahnya
j
di ruang ber-AC, tersedia makan malam (bila kuliahnya malam)
atau makan siang (bila kuliahnya Sabtu-Minggu).
3. Kelas Jarak Jauh
Pada 1984, SMP swasta di kampung tempat saya sekolah
dulu ditutup, dengan alasan peraturan terbaru menyatakan tidak
j
boleh membuka kelas auh lagi. Waktu itu, sekolah induknya
ada di ibu kota kecamatan, 3 km dari kelas jauhnya. Tidak ada
pilihan lain bagi pengelola sekolah kecuali menggabungkan diri
dengan sekolah induknya. Memang, setelah digabungkan, ada
beberapa keuntungan yang diperoleh, yaitu manajemen sekolah
menjadi lebih tertata, sumber daya guru lebih optimal karena
yang sedikit itu bisa dikonsentrasikan dalam satu tempat, dan
prasarana maupun sarana yang semula terceraiberaikan itu, sete-

