Page 252 - Pendidikan Rusak-Rusakan (Darmaningtyas)
P. 252

jauan  ulang  atas  praktik-praktik  pendidikan  yang  amat  polutif
              dengan  bisnis  itu.  Tapi  ternyata  reformasi  dalam  bidang  politik
              itu  sama  sekali  tidak  menyentuh  bidang   pendidikan.   Praktik-
              praktik  pendidikan  yang  polutif,  penuh  dengan  kolusi  itu,  tetap
              berjalan  hingga  sekarang.  Meskipun    program-program     seperti
              studif  tour,  pembelian  buku  paket,  seragam  sekolah,  dan  polis
              asuransi  itu  tidak  memiliki  korelasi  positif  dengan  peningkatan
              kualitas  pendidikan  nasional,  tapi  praktik  pendidikan  semacam
              itu  tetap dijalankan  hingga  sekarang.  Ironisnya,  masyarakat  sen-
              diri  tidak  pernah  protes,  sebaliknya  menerima   sebagai   suatu
              kebenaran   yang  sah.

                   Apa  yang  terjadi  pada  praktik  pendidikan  nasional  tersebut
              sesungguhnya    hanya   mengikuti   mekanisme    kerja  pasar  biasa,
              yang  hanya  mencari   keuntungan   semata  dengan   cara  mengutip
              selisih  harga  beli dengan  harga jual, alias  mencari  rente.  Mekanis-
              me  kerja  semacam   itu  dapat  terjadi  di  sekolah-sekolah  formal,
              karena  sekolah-sekolah   itu  sendiri  telah  berubah  menjadi  pasar
              swalayan   (supermarket),  bukan  lagi  sebagai  institusi  murni  peng-
              ajaran  dan  pendidikan.
                   Karena   mekanisme    kerja  pasar  swalayan  yang  merambah
              di  sekolah-sekolah  formal  itu  sudah  berlangsung   lebih  dari  25
              tahun,  maka  secara  évolutif,  alam  berpikir  para  pengelola  pen-
              didikan  nasional  sudah  terbentuk  mengikuti  alam  pikiran  pasar:
              semua  didasarkan   pada  nilai  tukar  tunai  dan  keuntungan  yang
              ingin  didapatkan.  Maka  tidak  heran  bila  kemudian  seluruh  tata
              tertib  atau  aturan  di  sekolah-sekolah  formal  dibuat  berdasar-
              kan  mekanisme    kerja  pasar,  yaitu  berdasarkan  nilai  tunai  yang
              harus  dibayarkan  oleh  orang-orang  yang  ada  di  dalamnya.  Cer-
              matilah  surat  pemberitahuan    dari  sebuah  sekolah  (swasta)  di
              Yogyakarta   di  bawah   ini,  yang  ditujukan  kepada  para  orang
              tua  wali  murid.

                   "Pada   saat  pengambilan    Laporan   Pribadi  Anak,  sekolah
              akan  membagikan     kalender   kepada   setiap  siswa  seharga   Rp
              4.500,-.  Dan  kami  beritahukan  kembali  kepada  orang  tua,  bahwa
              yang  berhak  menerima    Laporan  Pribadi  Anak   hanya  orang  tua
   247   248   249   250   251   252   253   254   255   256   257