Page 310 - Pendidikan Rusak-Rusakan (Darmaningtyas)
P. 310

Membuka         Wacana        HAM     Bagi    Pelajar















               1.  Prolog
               A     pakah  ada   pendidikan   H A M  (Hak   Asasi  Manusia)   bagi



                     pelajar  di  Indonesia?
                                                   j
                    Pertanyaan   itu  mengandung awaban yang      problematik.  Jika
               dikatakan   ada,  realitasnya,  dunia   pendidikan    tidak  mampu
               memberikan    bekal  pemahaman    soal  HAM   terhadap   para  murid
               secara  benar.  Tapi  bila  dikatakan  tidak  ada,  realitas  formalnya
               ada  pelajaran  sejarah,  PPKN,   agama,  sastra,  dan  seni.  Semua
               mata  pelajaran  itu  secara  langsung  memiliki  keterkaitan  dengan
               materi  HAM.
                    Tentu  saja,  pengertian  HAM  yang  dianut  di  sini  tidak  seka-
               dar  merujuk  pada  hak  sipil  dan  politik,  tapi  juga  hak-hak  dasar
               lainnya,  seperti  ekonomi,  sosial,  budaya,  pendidikan,  dan  aga-
               ma—dikenal     dengan  sebutan  EKOSOB.    Penegasan   semacam    itu
               penting,  mengingat   selama  ini  konstruksi  pemikiran  kita,  kalau
               bicara  soal  HAM,   sudah  terkontaminasi   pada   sebatas  hak-hak
               sipil  dan  politik  saja,  sedangkan  hak-hak  dasar  lainnya  seakan
               bukan  dianggap   persoalan  HAM.    Bahkan,  hak  berpindah  agama
               pun  bukan   dianggap   masalah  HAM.
                    Pandangan    mengenai    HAM    yang  terfokus  pada  hak  sipil
               dan  politik  itu  tentu  tidak  lepas  dari  situasi  politik  yang  meling-
   305   306   307   308   309   310   311   312   313   314   315