Page 312 - Pendidikan Rusak-Rusakan (Darmaningtyas)
P. 312
bagi pengembangan sepenuhnya kepribadian manusia dan bagi
penguatan penghargaan terhadap hak asasi manusia serta kebebasan-
kebebasan yang mendasar. Ini harus mengembangkan pengertian,
toleransi, serta persahabatan di antara semua bangsa, kelompok ras atau
agama, dan harus memajukan kegiatan-kegiatan Perserikatan Bangsa-
bangsa dalam pemeliharaan perdamaian.
Sedangkan ayat 3 menyatakan: "Para orang tua memiliki hak
istimewa untuk memilih jenis pendidikan yang akan diberikan kepada
anak-anak mereka."
Persoalan yang kita hadapi sekarang adalah, pendidikan
nasional sudah lama dirasakan tidak memberikan ruang bagi
tumbuhnya pribadi-pribadi manusia yang memiliki nilai-nilai
dasar seperti keteguhan dalam berprinsip, konsistensi, integritas,
disiplin, bertanggung jawab, kerelawanan, solidaritas sosial, dan
toleran terhadap segala bentuk perbedaan. Sebaliknya, pendi-
dikan nasional hanya menawarkan sesuatu yang sifatnya mate-
rial dan positivistik. Segala sesuatunya diukur berdasarkan
skala-skala kuantitatif, seperti angka partisipasi masyarakat yang
y
tinggi, nilai EBTANAS ang tinggi, serta jumlah lulusannya yang
banyak.
Sedikit sekali yang melihat manusia dari aspek nilai-nilai
yang dimilikinya, seperti keadilan, kejujuran, solidaritas, empati
terhadap penderitaan sesama, dan toleransi yang tinggi terhadap
segala bentuk perbedaan. Simplifikasi persoalan pendidikan ke
dalam aspek-aspek yang bersifat ekonomis-material-teknis itu
tak terlepas dari kebijakan pembangunan Orde Baru, yang me-
nandai keberhasilannya melalui angka pertumbuhan yang tinggi
l
s
dalam egenap apangan pembangunan. Akibatnya, tidak meng-
herankan bila banyak lulusan sekolah formal tidak memiliki rasa
welas asih (cinta, kasih sayang), kepekaan sosial yang tinggi, tole-
ransi, maupun empati terhadap penderitaan sesama. Juga tidak
ada jaminan bahwa mereka paham terhadap hak-hak dasar
mereka. Sebab, substansi pendidikan itu sendiri tidak mampu
menumbuhkan sikap kritis, termasuk terhadap kebijakan pendi-

