Page 51 - Pendidikan Rusak-Rusakan (Darmaningtyas)
P. 51

Reformasi dan Dunia Pendidikan


              Sebab,  murid  sejak  dini  tidak  diajarkan  untuk  saling  memahami
              perbedaan,   tapi  justru  perbedaan  itu  dipertajam  dengan  jalan
              pengkotak-kotakan:   setiap anak harus mengikuti  pelajaran agama
              sesuai  dengan  agama  yang  dianutnya.  Aturan  semacam  ini  keli-
              hatannya  bagus,  tapi  tidak  membuka  kesempatan  kepada  setiap
              murid  untuk memahami ajaran orang lain,   padahal  mereka ditun-
              tut untuk menghormati orang lain.  Bagaimana kita  bisa  menghor-
              mati  orang  lain,  sementara  kita  tidak  tahu  nilai-nilai  orang  lain
              yang  patut dihormati?  Inilah  ironisnya  pendidikan nasional yang
              selalu  mulai  dari  kelogisan  berpikir,  tapi  berjalan  dan  berakhir
              dengan  irasionalitas, memulai dari  kekritisan,  tapi berakhir pada
              kedunguan.
   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56