Page 87 - Pendidikan Rusak-Rusakan (Darmaningtyas)
P. 87

terhadap  informasi  dan  mobilitas  sosialnya  menjadi  berkurang.
             Haryadi  adalah  salah  satu  penggerak  organisasi  guru  indepen-
             den  di  Bengkulu.

                  Sedangkan   pada  tingkat  guru,  jauh  lebih  banyak  terjadi.
             Pada  2002,  misalnya,  empat  guru  di  SMPN   4  Tangerang  di-
             pindahkan   ke  sekolah  yang  berbeda  dan  diberi  tugas  mengajar
             yang  berbeda  dengan  disiplin  ilmunya, hanya  karena  guru  yang
             bersangkutan   menuntut  adanya  transparansi  pengelolaan  uang
             oleh  kepala  sekolah.  Di  Kabupaten  Temanggung, Jawa  Tengah,
                                                     S
             pada awal  2004,  Waldonah, guru  Kimia MA I, dipindah ke dae-
             rah,  60  km  dari  rumahnya hanya  karena yang bersangkutan  me-
             nuntut  dibubarkannya   MKKS    dan  pelaksanaan  aturan  tentang
             pembatasan   masa jabatan  kepala  sekolah  menjadi  empat  tahun.
             Ketika  Waldonah  tengah  mengajukan   gugatan  ke  PTUN,  Bupati
             Temanggung Totok     Ary  Prabowo  melalui  pengacara  Waldonah
             meminta   agar  Waldonah  pindah  saja  ke  Kabupaten  Magelang,
             tapi sekolahnya  mencari  sendiri.  Ini jelas  merupakan bentuk  tin-
             dakan  pengusiran   seorang  Bupati  kepada  seorang  guru  yang
             kritis  terhadap  birokrasi.

                  Di  Jakarta,  mutasi  secara  sewenang-wenang,    termasuk
             penurunan   pangkat,  bahkan  penghentian  gaji  guru,  terjadi  pada
             beberapa  guru  di SMPN  56  Melawai Jakarta Selatan, yang secara
             berani  menolak  kebijakan  tukar  guling  (ruilslag)  Gedung  SMPN
             56  Melawai  yang  dilakukan  oleh  Departemen  Pendidikan  Nasi-
             onal  dengan  pengusaha  Abdul  I^atief. Guru-guru yang tidak mau
             ikut  boyongan  ke  SMPN  56  Jeruk  Purut  dikenai  sanksi  mutasi
             dan  penurunan   pangkat,  sedangkan  Nurlaila  yang  masih  tetap
             bertahan  di SMPN  56  Melawai,  selain  dikenai  sanksi  penurunan
             pangkat, juga  distop  gajinya.  Semua  itu  terjadi  karena Gubernur
             DKI  Jakarta  adalah  atasan  langsung  guru  pada  masa  otonomi
             daerah.  Oleh  sebab  itu,  siapa  pun  guru  yang  berani  berhadapan
             dirinya,  akan  mendapatkan  sanksi  dari  kekuasaannya.

                  Pada masa Orde Baru   dulu, juga sering terjadi  mutasi secara
             sewenang-wenang.    Tapi  itu  lebih  banyak  disebabkan  guru  yang
   82   83   84   85   86   87   88   89   90   91   92