Page 26 - KAWASAN PENILITIAN DALAM PENDIDIKAN BAHASA
P. 26

16                                                                          BAB 2


                         Namun  di  balik  itu  semua,  teknik  penilain  autentik  juga  memiliki

                  kekurangan  yang  dirasakan  oleh  guru.  Salah  satu  kekurangannya  adalah
                  ketidakefisienan  waktu  yang  digunakan  dalam  pembelajaran.  Seperti  teknik
                  penilaian  observasi  yang  dilakukan  sekaligus  oleh  guru  dalam  waktu  yang
                  bersamaan  dengan  proses  pembelajaran.  Hal  ini  tentu  akan  menyulitkan
                  penyampaian  materi  karena  waktu  berjalan  tidak  maksimal.  Sementara  itu,
                  guru  juga  merasa  kesulitan  dalam  pemberian  nilai  kepada  peserta  didik
                  karena  banyaknya  teknik  penilaian.  Hal  ini  tentu  akan  bertolak  belakang
                  dengan  salah  satu  prinsip  standar  penilain  kurikulum  2013  dalam
                  Permendibud  nomor  66  tahun  2013  yang  menjelaskan  bahwa  prinsip
                  penilaian  kurikulum  2013  itu  adalah  ekonomis.  Ekonomis  artinya  penilaian
                  yang efisien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporannya.
                         SMP Negeri 1 Tangerang merupakan sekolah menengah pertama yang
                  menerapkan kurikulum 2013 sekaligus dengan teknik penilaian autentiknya.
                  Pada  kurikulum  2013  ini  semua  mata  pelajaran  menggunakan  teknik
                  penilaian  yang  sama,  kecuali  untuk  mata  pelajaran  tertentu  yang  secara
                  khusus  dikembangkan  di  satuan  pendidikan  yang  bersangkutan.  Teknik
                  penilaian autentik tersebut meliputi teknik penilaian sikap, pengetahuan dan
                  keterampilan.
                         Setiap  guru  di  SMP  Negeri  1  Tangerang  mempunyai  reaksi  persepsi
                  individual yang berbeda-beda terhadap perubahan standar penilaian autentik
                  dalam kurikulum 2013. Dengan persepsi individu, guru dapat menyadari dan
                  mengerti tentang keadaan lingkungan yang ada di sekitarnya, serta tentang
                  keadaan  diri  individu  yang  bersangkutan.  Seluruh  apa  yang  ada  dalam  diri
                  individu  seperti  perasaan,  kemampuan  berpikir,  pengalaman-pengalaman

                  individu  tidak  sama,  maka  dalam  mempersepsikan  suatu  stimulus,  hasil
                  persepsi  mungkin  akan  berbeda  antara  individu  satu  dengan  individu  lain.
                  Keadaan  tersebut  memberikan  gambaran  bahwa  persepsi  itu  memang
                  bersifat individual.
                         Maka jelas dengan adanya stimulus yang sama mengenai pemahaman
                  teknik  penilaian  pembelajaran  kurikulum  2013  kepada  guru  SMP  Negeri  1
                  Tangerang, tetapi karena pengalaman guru tidak sama, kemampuan berpikir
                  tidak sama, kerangka acuan tidak sama, adanya kemungkinan hasil persepsi
                  antara  guru  yang  satu  dengan  guru  yang  lainnya  tidak  sama  dalam
                  memberikan persepsi tentang teknik penilaian pembelajaran kurikulum 2013.

                  B. METODOLOGI
                          Penelitian  ini  adalah  kualitatif  dengan  metode  deskriptif.  Menurut
                  Baswori  dan  Suwandi  (2008:  2)  penelitian  kualitatif  yaitu  peneliti  yang
   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31