Page 29 - KAWASAN PENILITIAN DALAM PENDIDIKAN BAHASA
P. 29
Strategi Pembelajaran dan Penilaian 19
Tabel 3. Jika penilaian pembelajaran dilakukan dengan teknik penilaian
observasi, akibatnya adalah:
No Kategori F %
3. a. Data yang diperoleh relatif objektif, 4 50
karena melalui pengamatan langsung.
b. Hubungan guru dan peserta didik lebih 0 0
dekat karena dalam pengamatan, guru
selalu berinteraksi dengan peserta didik. 3 37,5
c. Guru mengetahui seberapa jauh sikap
siswa mencapai tingkat kompetensi yang 0 0
ditentukan. 1 12,5
d. Menumbuhkan sikap terpuji pada diri
peserta didik.
e. Aspek spiritual dan sosial terukur dengan
baik.
Jumlah 8 100
Dari tabel 3 di atas, dapat diketahui jika penilaian pembelajaran
dilakukan dengan teknik penilaian observasi, akibatnya berbeda-beda,
terbukti 50% atau 4 orang guru menjawab kategori a, 0% guru menjawab
kategori b, d, dan f. Kemudian 37,5% atau 3 orang guru menjawab kategori
c, dan 12,5% atau 1 orang guru menjawab kategori e. Jadi dapat disimpulkan
jika penilaian pembelajaran dilakukan dengan teknik penilaian observasi,
akibatnya data yang diperoleh relatif objektif, karena melalui pengamatan
langsung.
Tabel 4. Jika penilaian pembelajaran tidak dilakukan dengan teknik
penilaian observasi, akibatnya adalah:
No Kategori F %
4. a. Aspek sikap yang diamati tidak terukur 1 12,5
dengan baik. 1 12,5
b. Data yang diperoleh bersifat subjektifitas. 2 25
c. Berkurangnya kedekatan guru dengan
peserta didik secara emosional. 2 25
d. Laporan guru kepada orang tua dan
komite sekolah kurang valid. 2 25
e. Tidak ada umpan balik langsung dari guru
kepada peserta didik dan sebaliknya.
Jumlah 8 100