Page 132 - EBOOK_UMKM dan Globalisasi Ekonomi
P. 132

132
                                       UMKM dan Globalisasi Ekonomi



                Namun Haris Rusli Moti mengingatkan:
                “Berhentilah menyalah-nyalahkan bangsa sendiri, karena saatnya sekarang
                mencari jalan keluar bagi kemerdekaan ekonomi dan politik secara nyata bagi
                Indonesia yang sejak 1966 telah berada dalam cengkeraman kepentingan
                kapitalisme internasional,” 42
                Tetapi, sejak runtuhnya ekonomi sosialis komunis yang ditandai hancurnya

             negara Uni Soviet, adalah bukti bahwa hanya sistem ekonomi kapitalis adalah
             satu satunya pilihan?. Pertanyaan ini tidak begitu mudah untuk dijawab. Ada
             beragam argumentasi dan teori yang saling bertentangan. Secara fakta,
             kapitalisme menunjukan gemerlanya ekonomi sebuah bangsa, tetapi pada
             saat yang sama kapitalisme mempunyai kelemahan-kelemahan yang secara
             berkala datang dalam bentuk krisis ekonomi.
                Menurut negara-nagara barat (western countries) menganggap bahwa sistem
             liberal dengan ideologi kapitalisme adalah satu-satunya pilihan. Francis
             Fukuyama bahkan mengatakan bahwa sistem liberal dengan ideologi

             kapitalisme adalah akhir dari sejarah (the end of history) ekonomi dunia. 43
             Kapitalisme adalah satu satunya instrumen ekonomi global untuk
             menciptakan kesejahteraan umat manusia di muka bumi.
                Banyak ekonom dan kritisi yang memandang bahwa globalisasi merupakan
             keniscayaan sejarah dan terjangan arusnya tak mungkin dapat dibendung
             lagi. Pandangan semacam ini muncul sebagai reaksi atas pendapat sebagian
             ekonom yang justru prihatin terhadap kecenderungan perkembangan
             ekonomi dunia yang kian tak menentu dan sangat rentan dengan gejolak.
             Terutama akibat dari arus finansial global yang semakin “liar”. Padahal, kita
             semua tahu bahwa tidak semua negara memiliki daya saing (dan daya tahan)
             yang cukup untuk terlibat langsung dalam kancah lalu-lintas finansial global,

             yang tak lagi mengenal batas-batas teritorial negara, dan cenderung semakin
             sulit untuk dikontrol oleh pemerintah sebuah negara yang berdaulat.
                Globalisasi juga dikhawatirkan akan memunculkan suatu bentuk
             eksploitasi baru, yaitu eksploitasi oleh financial-driven economies terhadap
             good-producing economies. Kelompok pertama memiliki keleluasaan yang
             sangat besar dalam merekayasa bentuk-bentuk transaksi keuangan yang
             sifatnya “semu”. Artinya, transaksi yang mereka lakukan sebenarnya tidak
   127   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137